Archive for the ‘MATERI KELAS 9’ Category

BAB IV: 4. Meresensi Buku Pengetahuan   Leave a comment

Buku Jendela Ilmu

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat

* menulis data buku yang dibaca,
• menulis ikhtisar isi buku,
• mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,
• menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan
• memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.

MATERI : Resensi Buku

RINGKASAN

Membaca adalah kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat.
Dengan membaca, kamu akan memperoleh banyak informasi sehingga
akan menambah pengetahuan. Informasi tentang buku baru sering dimuat
di surat kabar atau majalah yang berupa artikel resensi. Tahukan kamu apa
yang dimaksud resensi? Resensi adalah menilai atau menimbang kelebihan
dan kekurangan buku.

Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut.
1. Data buku atau identitas buku
a. Judul buku
Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan
lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.
b. Penulis atau pengarang
Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus
menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.
c. Nama penerbit
d. Cetakan dan tahun terbit
e. Tebal buku dan jumlah halaman
2. Judul Resensi
Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks
buku itu.

3. Ikhtisar Isi Buku
Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang
hendak diresensi.
Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman.
Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak
mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan
harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi
buku adalah sebagai berikut.
a. Membaca naskah/buku asli
Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk
mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang
pengarang.
b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab
c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap
penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan
yang padu.
4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan
kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.
5. Kesimpulan
Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku
yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan
nama kamu selaku peresensi.

 
Perhatikan contoh resensi berikut!
Judul : Pesona Barat: Analisa Kritis-Historis tentang Kesadaran Warna
Kulit di Indonesia
Penulis : Vissia Ita Yulianto
Penerbit: Jalasutra, Yogyakarta
Cetakan : 1, 2007
Tebal : xvii+170 halaman

KETERPESONAAN “TIMUR” TERHADAP “BARAT

Definisi “cantik” kini sudah mengalami pergeseran makna. Idealisme kecantikan yang terdapat
dalam kakawin-literatur pada zaman budaya Jawa, belum mempunyai hubungan atau kontak dengan
budaya Barat menunjukkan kecantikan diasosiasikan dengan alam, seperti bunga, gunung, laut,
dan padanan lainnya.

Di era 1980-an, perempuan Indonesia tersihir dengan kosmetik lokal yang menjanjikan kulit
kuning langsat bak putri keraton. Kini, cantik dinarasikan dengan warna kulit yang putih, badan
tinggi semampai, dan wajah Indo. Hal ini terepresentasi dengan munculnya berbagai iklan yang
menawarkan produk pemutih kulit dan wajah.

Bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia, memiliki kulit putih bukan semata-mata
karena warna kulitnya saja, tetapi juga semua simbol yang melekat padanya: prestise, percaya
diri, superioritas, dan dipandang sebagai satu representasi “Barat”.

Buku ini menyajikan sebuah konteks bagaimana kolonialisme Belanda, refeodalisme rezim
Orde Baru, dan kapitalisme global menjadi sebuah sinergi dalam membentuk kesadaran tentang
dan perilaku terhadap warna kulit di Indonesia kontemporer.

Di bawah kolonialisme Belanda, politik diskriminasi dan pemaksaan budaya mengakibatkan
berakarnya mentalitas inlander (konsep rendah diri) dalam masyarakat pribumi. Menganggap
“Barat” sebagai bangsa yang lebih unggul, merasa rendah diri di hadapan mereka, serta masih
adanya mental inlander inilah yang dimaksud penulis sebagai keterpesonaan bangsa “Timur” yang
“terjajah” terhadap “Barat”. (DEW/Litbang Kompas)
Sumber: Kompas, 26 Agustus 2007

Latihan 4.6

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa judul buku yang diresensi di atas?
2. Siapa pengarang buku yang diresensi di atas?
3. Sebutkan kelebihan buku yang diresensi di atas!
4. Sebutkan pula kelemahan buku yang diresensi di atas!
5. Jelaskan kesimpulan yang terdapat dalam resensi di atas!

Posted Juni 23, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

BAB IV : 3. Membaca Memindai Buku Berindeks   Leave a comment

BUDAYAKAN BACA

 

KOMPETENSI DASAR:  Siswa dapat menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan tepat dari indeks buku melalui kegiatan membaca memindai.

MATERI: Membaca buku indeks

RINGKASAN

Membaca memindai atau scanning adalah membaca untuk menemukan
informasi secara cepat dan tepat. Membaca memindai sering dimanfaatkan
antara lain untuk:
1. mencari kata dalam kamus,
2. mencari entri pada indeks,
3. mencari nomor telepon,
4. melihat angka statistik,
5. melihat daftar pelajaran, dan
6. melihat jadwal dan sebagainya

Kamu akan memindai suatu indeks dalam sebuah buku. Indeks adalah
daftar kata atau istilah penting. Halaman indeks terletak pada bagian
belakang atau akhir sebuah buku. Indeks tersusun menurut abjad. Setiap
indeks dilengkapi dengan nomor halaman buku yang terletak di belakang
istilah itu.

Ada beberapa kiat dalam membaca memindai antara lain sebai berikut.
1. Gerakan mata dari atas ke bawah dengan cepat.
2. Apabila istilah yang akan dicari diawali dengan huruf M, kita harus
mencari di indeks yang dimulai huruf M pula.
3. Bila informasi telah ditemukan, fokuskan perhatian dan mata pada
bagian tersebut.

 

Latihan 4.5

Jawablah pertanyaan berikut dengan membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia!
1. Pada halaman berapa ditemukan kata pasien? Tuliskan kalimat yang memakai kata pasien!
2. Pada kalimat berapa ditemukan kata ekosistem? Tuliskan kalimat yang memakai kata ekosistem!

3. Berdasarkan kamus, temukan kata-kata berikut, jelaskan maksudnya!
a. biotik
b. ultra
c. akut
d. hidrogen
e. otak
4. Sebutkan kegunaan membaca memindai!
5. Sebutkan kiat-kiat membaca memindai!

Pusing “Kata dalam arak”

 

 

TUGAS MANDIRI

1. Bacalah sebuah artikel di majalah atau surat kabar!
2. Temukan kata-kata sulit dalam bacaan tersebut!
3. Carilah makna kata sulit yang kamu temukan di dalam kamus!

 

 

Posted Juni 23, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

BAB IV: 2. Musikalisasi Puisi   Leave a comment

Ekspresi Puisi, “Hebat ya!”

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat menyajikan puisi yang sudah dimusikalisasi

MATERI: Puisi

RINGKASAN

Puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif
dengan memanfaatkan diksi (pilihan kata) atau unsur puisi yang lain. Puisi
akan lebih indah jika dibacakan atau dilantunkan.

Musikalisasi puisi merupakan kegiatan mengekspresikan puisi dalam
bentuk lagu. Dalam menampilkan musikalisasi puisi, penghayatan dan
penjiwaan sangat menentukan keberhasilannya. Tanpa penghayatan dan
penjiwaan yang tepat, musikalisasi puisi akan terasa hambar untuk didengar.

Perhatikanlah contoh puisi di bawah ini!

ANDAI KUTAHU
Karya Pasha (Ungu)

Andai kutahu
Kapan tiba ajalku
Ku kan memohon
Tuhan tolong panjangkan umurku

Andai kutahu
Kapan tiba masaku
Ku kan memohon
Tuhan jangan kau ambil nyawaku
Aku takut akan semua dosa-dosaku
Aku takut dosa yang terus membayangiku

Andai kutahu
Malaikat-Mu kan menjemputku
Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu
Aku takut akan semua dosa-dosaku
Aku takut dosa yang terus membayangiku
Ampuni aku dari segala dosa-dosaku
Ampuni aku menangisku bertobat pada-Mu
Aku manusia yang takut neraka

Namun aku juga tak pantas di surga Andai kutahu
Kapan tiba ajalku
Ku kan memohon
Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu

Latihan 4.3

Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa isi bait pertama syair lagu “Andai Kutahu” di atas?
2. Citraan apa yang digunakan dalam lirik lagu di atas?
3. Sebutkan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut!
4. Sebutkan makna kata:
a. tiba masaku,
b. dosa yang membayangiku,
c. menangisku bertaubat, dan
d. aku juga tak pantas di surga.
5. Ceritakan isi keseluruhan syair lagu tersebut!

Latihan 4.4

Carilah teman yang dapat memainkan alat musik gitar atau lainnya. Kemudian musikalisasikan
puisi di bawah ini sesuai dengan isi puisi tersebut!

 

Hidup bagai puisi. Penuh ambigu

 
BUNDA
Karya Melly Guslaw
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambaran diri
Kecil bersih belum ternoda

 
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

 
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang

 
Nada-nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangis nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

 
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

 
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang

 

Oh bunda
Ada dan tiada
Dirimu kan slalu
Ada di dalam hatiku

JIWA SELALU BERPUISI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas

Carilah puisi di surat kabar atau majalah!
Musikalisasikan puisi tersebut sesuai isi dengan suasana/irama yang membangun!

Posted Juni 23, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

BAB IV : 1. Mendengarkan Dialog Interaktif   Leave a comment

Makan? Jangan Asal Kenyang. Waspada!!!

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat mengomentari pendapat  narasumber

MATERI : Dialog interaktif

RINGKASAN

Pada Pelajaran 1, kamu pernah mempelajari dialog interaktif dan
menyimpulkan isi dialog. Dalam sebuah dialog atau wawancara, ada
pewawancara atau penanya dan narasumber sebagai sumber informasi.
Narasumber tentu saja tidak boleh asal menjawab atau berpendapat ketika
diwawancarai. Pendapat yang disampaikan pun harus cermat, objektif, dan
dipikirkan secara matang sehingga mampu memberi jawaban yang
dikehendaki. Seorang pendengar atau penanya pun hendaknya selalu
bersikap kritis terhadap pendapat yang dikemukakan seorang narasumber.
Pada pembelajaran ini, kamu akan belajar mengomentari pendapat
narasumber. Jika ada pendapat yang dinilai menyimpang dan bertentangan
dengan logika masyarakat umum, kamu boleh memberikan tanggapan atau
komentar dengan cara yang santun.

Tutuplah buku kamu, dengarkanlah teks dialog yang akan dibacakan
oleh teman kalian!

JANGAN PRIORITASKAN PERDAGANGAN DI ATAS KESEHATAN

 

Makanan Haram No!!

 
Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu meminta Badan Pemeriksa Obat dan
Makanan (BPOM) untuk sementara tidak mengumumkan produk makanan Tiongkok yang
berformalin kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar tidak mengganggu hubungan perdagangan
kedua negara. Namun, tindakan itu mendapat reaksi keras dari Komisi IX DPR RI. Berikut petikan
wawancara seorang wartawan dengan anggota Komisi IX dari Fraksi Golkar, Mariani Baramuli.

 
Bagaimana pendapat Anda soal larangan Mendag itu?
Kita harus melindungi masyarakat. Tidak boleh ada formalin dalam makanan kita. Itu sudah
ada dalam ilmu pengetahuan. Makanan tidak boleh diberi formalin. Masyarakat berhak tahu. Saya
minta pemerintah mengikuti track tersebut.

 
Apa pentingnya public warning?
Mengamankan semua produk makanan dari bahan berbahaya, tidak hanya dari Tiongkok.

 
Apa yang harus dilakukan BPOM dengan Iarangan public warning itu?
BPOM harus tetap mengumumkan kepada masyarakat. Jangan karena takut nilai ekspor kita
menurun, lantas kita menafikan pentingnya kesehatan bagi rakyat. Mau berdagang silakan, tetapi
standar kesehatan tetap harus diutamakan. Jangan hanya karena ingin perdagangan meningkat,
kita biarkan rakyat sakit. Karena itu, produk tersebut betul-betul dilarang. Bukan karena berasal
dari Tiongkok, tetapi ada kandungan berbahaya di dalamnya.

 

Bagaimana caranya agar masyarakat dapat menenali produk makanan yang mengandung
formalin?
Gampang, lihat saja di label kemasan. Kalau disebutkan ada kandungan formaldehid, meskipun
ibaratnya hanya 0,1 persen, ya, jangan dibeli.

 
Apakah kita memang harus tegas dengan risiko barang kita ditolak di Tiongkok?
Sekarang saya tanya Anda, pilih sehat atau sakit? Pilih cacat atau normal? Saya rasa, rakyat
Tiongkok sendiri akan menolak jika tahu bahayanya formalin yang dimasukkan sebagai pengawet
makanan. Maka, masyarakat kita dan Tiongkok juga harus diberikan pengertian yang sama bahwa
formalin itu tidak boleh digunakan pada makanan.

Sumber: Jawa Pos, 5 September 2007

Latihan 4.1

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa isi wawancara tersebut?
2. Siapa narasumber dalam dialog atau wawancara di atas?
3. Apa isi permintaan atau larangan Mendag kepada BPOM?
4. Menurut narasumber, apa arti public warning?
5. Menurut narasumber, bagaimana cara mengenali makanan berformalin?

 

Latihan 4.2

Berikan komentar terhadap pendapat narasumber pada wawancara di bawah ini!

NO         TOKOH                                                                                                 PERWATAKAN

1.         Tidak boleh ada formalin dalam makanan kita.                    ………………………………………………………………..
Masyarakat berhak tahu.

2.         Semua produk makanan yang mengandung bahan           …………………………………………………………………
berbahaya harus diamankan.

3.         Perdagangan boleh meningkat, tetapi standar                     ………………………………………………………………..
kesehatan harus tetap diutamakan.

4.        Masyarakat harus tahu makanan yang mengandung         ………………………………………………………………..
formaldehid, walaupun makanan mengandung 0,1
persen, ya, jangan dibeli.

5.       Kita harus tegas menolak barang atau makanan                   ………………………………………………………………..
yang berbahaya bagi kesehatan.

 

TUGAS MANDIRI

1. Dengarkan sebuah dialog dari radio atau televisi, kemudian catatlah pendapat setiap
narasumber dalam dialog tersebut!
2. Berikan komentar atau tanggapan terhadap narasumber tersebut dan beri alasannya!

Posted Juni 23, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

Menulis Kembali Isi Cerpen   Leave a comment

hidup peristiwa, perlu ditulis

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa  mampu menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca.

MATERI: CERPEN

RINGKASAN

Pada pembelajaran ini, kamu akan belajar menuliskan kembali isi
cerpen yang pernah kamu baca. Hal itu merupakan salah satu cara untuk
mengetahui tingkat pemahaman terhadap sesuatu yang pernah kamu baca.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis kembali cerpen adalah
1. menentukan tema;
2. menampilkan tokoh;
3. menentukan latar baik tempat, waktu, atau suasana;
4. menentukan alur cerita.

Bacalah cerpen berikut!

KERBAU PAK BEJO
Karya: Riannawati
“Perumahan ini akan indah jika tidak ada kotoran kerbau!” Begitulah kira-kira yang diinginkan
oleh seluruh warga Griya Baru Permai. Bayangkan, di zaman modern begini masih ada kotoran
kerbau di jalan?
Mobil dan motor cling yang keluar dari rumah-rumah mewah di sana setiap pagi mau tak mau
melindas sesuatu yang menjijikkan berwarna hijau kekuningan itu. Belum lagi baunya yang
menyengat. “Pak Bejo itu apa nggak punya perasaan!” umpat seorang wanita yang berdandan
menor.
Laki-laki di sampingnya yang sedang mengemudi ikut memasang tampang cemberut. Begitu,
juga pengendara motor yang meliuk-liuk menghindari kotoran kerbau itu.
“Kerbau sialan!”
Dan, berbagai keluhan lainnya. Selama ini kejengkelan itu mereka pendam. Warga sepakat
untuk berkumpul di rumah Pak RT. Unek-unek mereka ditumpahkan di sana.
“Dulu saat perumahan itu dibangun, posisi rumah Pak Bejo memang sudah ada di sana.
Setiap kali hendak ke sawah untuk membajak, ya, jalan ini yang dilewati Pak Bejo,” ujar Pak RT
menjelaskan.
“Jadi, kalau sekarang jalan sini sudah halus dan banyak perumahan bagus berdiri bukan salah
Pak Bejo. Ya, memang jalannya lewat depan rumah Bapak-Ibu semua!”
“Betul Pak RT, tapi kan harusnya Pak Bejo mengerti, kalau lingkungannya sekarang bukan
seperti dulu lagi. Tetangganya pun jauh berbeda,” ucap Pak Herman, seorang manajer perusahaan
tekstil di kota itu.
“lya, Pak RT. Masak tiap pagi kita ditambahi sarapan yang lain. Melihatnya saja saya mual,”
kali ini suara Ibu Arini, wanita karier yang memiliki beberapa butik.
“Merusak kebersihan perumahan!”
“Membawa virus penyakit!”
“Polusi udara!”
Segala protes dilayangkan warga kepada Pak RT agar Pak RT langsung bilang pada Pak
Bejo, warga tentu saja tak berani. Pak Bejo adalah sesepuh di wilayah itu. Suaranya selalu terdengar
dari musala samping rumahnya ketika waktu salat tiba.
“Saya ingin membeli kerbau Pak Bejo. Sepertinya kok kerbau itu membawa rezeki, ya,” Pak
Hardian meminta langsung pada Pak Bejo yang nampak terkejut.
“Sampeyan itu pegawai kantor ngapain mau beli kerbau?” Pak Bejo terkekeh-kekeh. Giginya
yang tak lagi lengkap kelihatan. “Memangnya sampeyan punya sawah untuk dibajak?”
“Nggg…ti tidak…tapi…” Pak Hardian gugup. “Saya ingin memberikan kerbau itu untuk keponakan
saya yang ada di kampung,” jawabnya lega karena menemukan alasan yang tepat.
“Walah… Pak, sampeyan ini kok lucu, di kampung kan lebih banyak kerbau yang dapat dibeli,
lebih murah dan lebih dekat. La… kalau kerbau saya harus diangkut-angkut, nambahi ongkos!”
lagi-lagi Pak Bejo tertawa.
Pak Hardian tak menyerah, “Tapi saya ingin kerbau Pak Bejo, sepertinya membawa untung
begitu!” ujarnya sambil tersenyum ramah.
“Membawa untung apa? Sampeyan itu syirik Io kalau bilang begitu! Kerbau, ya, kerbau, yang
ngasih untung itu Gusti Allah. Kalau saya untung, ya,karena saya memakai kerbau itu untuk
membajak sawah,” jawab Pak Bejo, tegas.

“Maaf, Pak Hardian. Saya tidak menjual kerbau saya!”
“Sawah? Sawah yang mana?” tanya Pak Bejo kepada Pak Romli, yang datang ke rumahnya
hendak membeli sawahnya.
“Yang di selatan jalan, Pak, yang sering Bapak bajak itu!”
“La nanti kalau sawah itu saya jual, saya kerja apa?” Pak Bejo malah balik bertanya. Pak
Romli garuk-garuk kepala. Setelah Pak Hardian gagal dengan rencana pertama, gilirannya
menjalankan rencana kedua. Kalau Pak Bejo tidak punya sawah untuk dibajak, kemungkinan besar
kerbaunya akan dijual juga. Itu berarti keinginan warga akan segera terpenuhi.
“Hasil penjualan sawah nanti kan dapat untuk modal usaha, Pak. Saya janji akan membelinya
dengan harga tinggi!” rayu Pak Romli.
Pak Bejo termangu.
“Saya tidak akan menjual sawah saya!” bentak Pak Bejo seperti kehilangan kesabarannya.
Warga kembali berkumpul di rumah Pak RT. “Bagaimana Pak, kita sudah mencoba semua
rencana yang kita susun. Tetapi, tetap saja Pak Bejo nggak mau menjual kerbaunya,” suara Pak
Hardian.
“lya, malah kita kena malu karena Pak Bejo akhirnya marah,” Pak Hasan menimpali.
Semuanya terdiam sesaat.
“Apa nggak sebaiknya kita ngomong baik-baik dengan Pak Bejo?” Pak RT kembali membuka
pembicaraan. Yang duduk di sekelilingnya saling pandang.
“Kita sampaikan kalau kotoran kerbaunya benar-benar mengganggu warga.”
“Assalamu’alaikum!” tiba-tiba terdengar salam dari pintu luar. Sosoknya yang telah sepuh dengan
kulit legamnya karena terbakar terik matahari tersenyum ramah kepada semua yang di dalam
rumah.
Orang yang mereka bicarakan tiba-tiba datang. Tak ada yang tahu Pak Bejo sejak tadi
mendengarkan pembicaraan mereka. Persis yang telah diduga Pak Bejo sebelumnya.
“Maaf Bapak-bapak, saya mengganggu,” kata Pak Bejo, lembut. Tak ada nada kemarahan
dalam raut wajahnya yang penuh guratan karena dimakan usia. Pak Bejo hanya ingin menjelaskan
semuanya.
“Saya tahu maksud panjenengan semua itu baik,” lanjutnya. “Tapi izinkan saya menjelaskan,”
Pak Bejo menatap satu-satu wajah tetangganya.
“Saya ini orang desa, yang tidak bisa bekerja apa-apa selain di sawah dan memelihara kerbau.
Saya minta maaf, kalau selama ini membuat resah warga sini,” Pak Bejo tertunduk.
Semua tak ada yang bersuara.
“Saya tahu kotoran kerbau saya mengganggu panjenengan semua, tapi kalau kerbau itu saya
jual, berarti saya nggak punya pekerjaan. Lalu saya mau makan apa?” suaranya melemah.
“Setiap pagi saya ke sawah membajak satu-satunya jalan, ya, lewat depan rumah Bapakbapak
semua. Kalau tiba-tiba di situ kerbau saya e-ek, saya juga nggak dapat ngelarang dia”
Hening sesaat.
Semua larut dalam rasa serba tak enak. Perasaan bersalah perlahan-lahan merayapi hati.
Kerbau dan pekerjaan Pak Bejo adalah penghidupannya. Kalau kemudian gara-gara pekerjaan itu
warga tak berkenan, apakah kemudian begitu saja dia melepaskan sumber penghidupannya?
“Maafkan saya…tapi tolong beri saya solusi,” ujar Pak Bejo terpatah-patah. Sudut matanya
berair. Pekerjaan baginya adalah harga diri. Kerbau itulah harga dirinya. Harga dirinya sebagai
laki-laki.
Sumber: Solo Pos, 31 Agustus 2007

Latihan 3.4

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa tema cerpen di atas?
2. Siapa tokoh cerpen di atas?
3. Jelaskan latar tempat, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut!
4. Bagaimana alur cerpen di atas?
5. Sebutkan peristiwa penting dalam cerpen di atas!

 

apa gunanya baca kalo tidak bisa menulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Latihan 3.5

Tuliskan kembali isi cerpen tersebut dengan bahasamu sendiri!

Posted Juni 22, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

Melaporkan Secara Lisan   Leave a comment

Arus Mudik Penyeberangan Merak-Bakahuni

Konser Musik Berlangsung Rusuh

 

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa diharapkan dapat melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan menggunakan kalimat yang jelas.

MATERI: Laporan Lisan

RINGKASAN

Setiap hari banyak kita jumpai peristiwa atau kejadian dari yang kurang
aktual sampai yang paling aktual. Kita dapat menemukan atau memperoleh

peristiwa dari media elektronik, seperti televisi, radio, internet,
serta dari media cetak, seperti koran dan majalah. Sekarang ini,
banyak peristiwa mendunia yang terjadi di dalam atau di luar
negeri, bahkan, seringkali peristiwa-peristiwa menarik terjadi di
sekitar kita.
Agar dapat melaporkan kembali peristiwa dengan baik, kita
perlu mengatur suara. Penggunaan jeda (pemenggalan kata),
intonasi, dan ekspresi yang baik akan membuat cerita menarik
dan dapat diterima orang lain.
Hal lainnya adalah pemahaman alur peristiwa yang
disampaikan. Urutan cerita peristiwa harus dijelaskan secara
akurat, lengkap, dan jelas. Akurat maksudnya informasi yang
dilaporkan harus sesuai dengan yang diperoleh, yaitu
memperhatikan 5W + 1 H maksudnya, yaitu menggunakan
intonasi, jeda, dan pelafalan yang benar.

Bacalah contoh peristiwa berikut!

SIMPATI PENGAMEN DAN GADIS TUNANETRA
Tiga belas pasangan ibu dan putrinya berhasil menyisihkan 2.000 kontestan lain untuk masuk
ke babak final program Reality Show Mama Mia. Di antara para finalis, pasangan Ajeng-Mama
Cindy dan Fiersha-Mama Aci boleh dibilang paling mencuri perhatian.
Latar belakang mereka menjadi alasan. Ajeng-Mama Cindy, sehari-hari merupakan pengamen
bus kota. Sementara itu, Fiersha merupakan gadis tunanetra tetapi memiliki kelebihan luar biasa
pada kemampuan vokal.
Sehari-hari, Ajeng, Mama Cindy, serta ayah Ajeng, Hary, naik bus kota untuk menjajakan
kemampuan bermusik mereka. Sang ayah memetik gitar, sedangkan istri dan putrinya melantunkan
lagu populer milik Peterpan, Radja, hingga Pinkan Mambo. Biasanya, keluarga itu mengamen di
dalam bus kota nomor 47 jurusan Kali Deres – Kampung Rambutan.
Suatu hari, saat tengah mengamen, Ajeng diberi anjuran oleh salah seorang penumpang bus
untuk mendaftarkan diri ke ajang Mama Mia. Ajeng mengaku mendapat banyak dukungan dari
teman-temannya sesama pengamen. Meskipun telah masuk babak final Mama Mia, di luar waktu
latihan dan mengikuti rangkaian acara, Ajeng dan Mama Cindy tetap mengamen.
Sementara itu, Fiersha, meski memiliki kekurangan fisik. Bakat menyanyinya dapat membuat
banyak orang iri. Sejak kecil, dia menyanyi dari panggung ke panggung, termasuk rekaman di
Radio Republik Indonesia (RRI). Sejak dahulu Fiersha paling suka pelajaran kesenian. Dia nggak
pernah minder karena cacat.
Mama Mia merupakan progam yang diadopsi dari Quinceanera di Telemindo, televisi berbahasa
Spanyol di Meksiko. Nilai penjurian yang digunakan sistem vote lock. Ada seratus juri yang
memberikan suara. Hasilnya digabung dengan penilaian empat dewan juri utama, yakni Sophia
Latjuba, Arzetti Bilbina, Helmy Yahya, dan Ahmad Dhani. Setiap minggunya, akan ada pasangan
ibu dan anak yang tereliminasi. Putaran pertama dimulai tadi malam.
Sumber: Solo Pos, 2 September 2007 (dengan perubahan)

Latihan 3.3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara lisan!
1. Peristiwa apa yang terjadi dalam bacaan di atas?
2. Siapa yang diceritakan dalam teks di atas?
3. Apa latar belakang kehidupan Ajeng-Mama Cindy?
4. Di mana keluarga Ajeng bekerja?
5. Siapa gadis tunanetra yang ikut acara Reality Show?
6. Di mana gadis tunanetra tersebut pernah rekaman?
7. Diadopsi dari acara apa program Mama Mia?
8. Siapa artis yang menjadi juri acara Mama Mia?
9. Sistem apa yang digunakan untuk penilaian juri?
10. Berapa jumlah peserta dalam program Mama Mia?

Latihan 3.4

Berdasarkan bacaan dan hasil jawabanmu dari Latihan 1, laporkan secara lisan tentang gadis
pengamen dan gadis tunanetra yang ikut Mama Mia!

TUGAS MANDIRI

Carilah sebuah peristiwa di surat kabar atau majalah, kemudian deskripsikan peristiwa
tersebut secara terperinci dengan bahasa yang baik dan benar. Laporkan peristiwa secara
lisan dengan menggunakan kalimat yang jelas!

Posted Juni 22, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

Bab III: 1. Menyunting Karangan   Leave a comment

Tak Ada Sempurna

 

KOMPETENSI DASAR: Menyunting Karangan dengan berpedoman EYD, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf,
dan kebulatan wacana

MATERI : Menyunting

RINGKASAN

Menyunting atau mengedit adalah memperbaiki tulisan atau naskah
karangan agar terhindar dari kesalahan sehingga layak baca atau layak terbit.
Hal-hal yang perlu disunting adalah kesalahan ejaan, tanda baca, diksi
(pilihan kata), ketidakefektifan kalimat, dan ketidakpaduan paragraf.
Untuk dapat menyunting tulisan atau naskah dengan baik, diperlukan
pengetahuan tentang kebahasaan dan pengetahuan tentang isi tulisan. Kita
harus mengetahui ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, dan
ketepatan paragraf sehingga akan memperoleh suntingan yang baik.
Orang yang bertugas menyunting tulisan atau naskah disebut editor
atau penyunting. Biasanya, secara profesional, para penyunting bekerja di
usaha penerbitan, percetakan buku, majalah, atau surat kabar.
Bacalah teks bacaan berikut dengan teliti!

CONTOH MENYUNTING:

SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA AMBURADUL
Sekarang ini untuk masuk sekolah dasar (SD), pihak sekolah mewajibkan anak-anak sudah
harus dapat membaca dan menulis. Di sini kita berbicara tentang SD Negeri yang notabene 100%
mengikuti sistem pendidikan dari pemerintah. Setahu saya, membaca dan menulis baru diajarkan
di tingkat sekolah dasar.
Hal yang menyedihkan bagi para orang tua adalah kenyataan bahwa di taman kanak-kanak
(TK) tidak diajarkan membaca dan menulis. Bahkan, di TK Negeri Percontohan di Jakarta pun
tidak diajarkan membaca dan menulis sehingga para orangtua seperti saya harus mencari les
tambahan bagi anak untuk dapat sekadar lolos masuk ke SD.
Kesimpulannya, antara TK dan SD tidak nyambung. Pemerintah sepertinya ingin mengejar
ketertinggalan SDM Indonesia dari negara lain dengan cara instan. Kegagalan sistem pendidikan
kita selama ini harus dibayar oleh anak-anak SD dengan melupakan pelajaran dasar yang mudah
dan menggantinya dengan pelajaran yang sulit untuk usianya. Sistem pendidikan di Indonesia
amburadul. Bagaimana ini Departemen Pendidikan Nasional? RIZKY YALDI
Sumber: Kompas, 26 Agustus 2007

a. Menyunting penulisan ejaan
Contoh:
Dia duduk di antara saya dan Melani. salah
Dia duduk di antara saya dan Melani benar

b. Menyunting tanda baca
Contoh:

Bagaimana ini Departemen Pendidikan Nasional. (salah)
Bagaimana ini Departemen Pendidikan Nasional? (benar)

c. Menyunting diksi atau pilihan kata
Contoh: sistim (tidak baku) sistem (baku) nyambung (tidak baku) menyambung atau berhubungan (baku)

 
d. Menyunting keefektifan kalimat
Contoh :
– Di sini kita ini berbicara tentang SD Negeri yang notabene 100% mengikuti sistem pendidikan dari pemerintah.
– Kita berbicara tentang SD negeri yang notabene 100% mengikuti sistem pendidikan dari pemerintah.

Latihan 3.1

Suntinglah paragraf di bawah ini sehingga menjadi paragraf yang benar!
1. Apabila kita masuk ke dalam ruangan UKS ini, kesan pertama yang terasa adalah perabotan
yang ada di dalam ruangan dan dekorasi ruanganya. Semua ini tentu adalah merupakan salah
satu unsur mengapa UKS ini menjadi juara pertama dan ditetapkan sebagai UKS teladan se-
Daerah Istimewa Yogjakarta tahun ini.
2. Untuk mempermudahkan membeli obat, sebaiknya kita pergi ke apotik. Biasanya kita membawa
resep yang telah diberikan dari dokter. Resep itu akan mempermudahkan pihak apotik di dalam
mencari jenis dan bahan obat yang sesuai. Perlu diketahui bahwa resep dokter yang dibuat
oleh dokter nggak dapat diubah, kecuali ada persetujuan daripada dokter. Oleh karena itulah,
pasien dan pihak apotik tidak boleh mengganti jenis obat dengan seenaknya.

Posted Juni 22, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.