Archive for Juni 2012

SK/ KD BAHASA INDONESIA KELAS IX SEMESTER I   Leave a comment

THE MASTER/ PENGAMPU

STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR

MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IX  SEMESTER I

NO

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1

Memahami dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio 1.2    Mengomentari pendapat narasumber dalamdialog interaktif pada tayangan televisi/siaran

radio

1.1    Menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa

narasumber pada tayangan televisi/ siaran radio

 

2

Memahami ragam wacana dengan membaca intensif dan membaca memindai 3.1   Membedakan antara fakta dan opini dalamteks iklan di surat kabar melalui kegiatan

membaca intensif

 

3

Memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengarkan syair 5.2     Menganalisis unsur-  unsur syair yangdiperdengar-kan

5.1  Menemukan tema dan pesan syair yang

diperdengarkan

 

4

Mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain 6.2   Menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasidengan berpedoman pada isi puisi dan

suasana/rima yang dibangun

 

5

Mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi, dan karangan  4.1   Menulis iklan baris dengan bahasa yangsingkat, padat, dan jelas

6

Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan  2.2   Melaporkan secara lisan berbagai peristiwadengan menggunakan kalimat yang jelas

7

Mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi, dan karangan  4.3   Menyunting karangan dengan berpedoman padaketepatan ejaan,  pilihan kata, keefektifan

kalimat,  keterpaduan paragraf, dan kebulatan

wacana

 

8

Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen)  7.1    Menemukan tema, latar,  dan penokohan, padacerpen-cerpen dalam satu kumpulan cerpen

7.2    Menganalisis nilai-nilai kehidupan pada cerpen-

cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen

 

9

Mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi, dan karangan  4.2    Meresensi buku pengetahuan 

10

Memahami ragam wacana dengan membaca intensif dan membaca memindai  3.2    Menemukan informasi yang diperlukan secaracepat dan tepat dari indeks buku melalui

kegiatan   membaca memindai

 

11

Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan  2.1 Mengkritik/ memuji berbagai karya (seni atauproduk) dengan bahasa yang lugas dan santun

 

12

Mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain  6.1 Menceritakan kembali secara lisan isi cerpen 

13

Mengungkapkan kembali pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam cerita pendek 8.1    Menulis kembali dengan kalimat sendiri ceritapendek yang pernah dibaca

8.2   Memulis cerita pendek bertolak dari peristiwa

yang pernah dialami

 

Iklan

Posted Juni 29, 2012 by mtsmudenpasar in SK/ KD B.INDONESIA 9

Tagged with

STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR   Leave a comment

THE MASTER / PENGAMPU

STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR

MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA  KELAS VIII     SEMESTER    I

NO

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1

Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat Menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi/buku telepon dengan membaca memindai (3.1)

 

Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan  petunjuk

 

Menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah (4.2)

Mengungkap berbagai informasi melalui wawancara  dan presentasi laporan Berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara (2.1)

 

Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan  petunjuk Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggu-nakan bahasa yang efektif (4.3)

 

2

Memahami wacana lisan berbentuk laporan

 

Menganalisis laporan (1.1)

Memahami wacana lisan berbentuk laporan

 

Menanggapi isi laporan (1.2)

Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan  petunjuk

 

Menulis laporan (perjalanan) dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar (4.1)

Mengungkap berbagai informasi melalui wawancara  dan presentasi laporan

 

Menyampaikan laporan (perjalanan) secara lisan dengan bahasa yang baik dan benar (2.2)

3

Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat Mendeskripsikan tempat atau arah dalam konteks yang sebenarnya sesuai dengan yang tertera dalam denah (3.2)

 

Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan  petunjuk

 

Menulis laporan (keadaan) dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar (4.1)

Memahami  teks drama dan novel remaja

 

Membuat sinopsis novel remaja Indo-nesia (7.2)

4

Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat

 

Menyimpulkan isi suatu teks dengan membaca cepat 250 kata per menit (3.3)

Mengapresiasi   pementasan drama Menanggapi unsur pementasan drama (5.1)

 

Memahami  teks drama dan novel remaja Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide (8.1)

 

Mengungkapkan pikiran dan  perasaan dengan bermain peran Bermain peran dengan cara improvisasi sesuai dengan kerangka naskah yang ditulis siswa (6.2)

 

5

Memahami  teks drama dan novel remaja

 

Mengidentifikasi unsur intrinsik teks drama (7.1)

Memahami  teks drama dan novel remaja Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan kaidah penulisan naskah drama (8.2)

 

Mengungkapkan pikiran dan  perasaan dengan bermain peran Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa (6.1)

 

Mengapresiasi   pementasan drama Mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama (5.2)

Posted Juni 29, 2012 by mtsmudenpasar in SK /KD B.INDONESIA 8

Tagged with

ANALISIS NOVEL “AZAB DAN SENGSARA” KARYA MIRARI SIREGAR   Leave a comment

COVER BOOK

 

A. SINOPSIS NOVEL “AZAB  DAN  SENGSARA” KARYA MIRARI SIREGAR

I. Identitas buku

1.      Judul buku         :  Azab dan Sengsara

2.      Pengarang          :  Merari Siregar

3.      Tahun Terbit       :  1920

4.      Penerbit              :  Balai Pustaka

 

II. Sinopsis

Karena pergaulan mereka sejak kecil dan hubungan saudara sepupu, antara Mariamin dan Aminuddin terjadilah jalinan cinta. Ibu Mariamin, Nuria menyetujui hubungan itu karena Aminuddin adalah seorang anak yang baik budinya lagipula ia ingin putrinya dapat hidup berbahagia tidak selalu menderita oleh kemiskinan mereka.

Orang tuanya Amiuddin adalah seorang kepala kampung,bangsawan kaya dan disegani oleh bawahannya karena sifatnya yang mulia dan kerajinan kerjanya.

Ayahnya bernama Baginda Diatas dan sifatnya menurun pada anaknya. Sedangkan keluarga Mariamin adalah keluarga miskin disebabkan oleh tingkah laku ayahnya almarhum yang suka berjudi, pemarah, mau menang sendiri,dan suka berbicara kasar. Akibatnya keluarganya jauh miskin hingga akhir hayatnya, Tohir ( Sultan Baringin ) mengalami nasib sengsara.

Hubungan mereka ternyata tidak mendapat restu dari Baginda Diatas karena keluarga Mariamim adalah keluarga miskin bukan dari golongan bangsawan. Suatu ketika Aminuddin memutuskan untuk pergi meninggalkan Sipirok pergi ke Deli (Medan) untuk bekerja dan berjanji pada kekasihnya untuk menikah jika saatnya dia telah mampu menghidupinya.

Sepeninggal Aminuddin, Mariamin sering berkirim surat dengan Aminuddin. Dan ia selalu menolak lamaran yang datang untuk meminangnya karena kesetiaannya pada Aminuddin. Setelah mendapat pekerjaan di Medan Aminuddin mengirim surat untuk meminta Mariamin untuk menyusulnya dan menjadi istrinya. Kabar itu disetujui oleh ibunya Aminuddin ,akan tetapi Baginda Diatas supaya tidak menyakiti hati istinya diam-diam pergi ke dukunmenanyakan siapakah jodoh sebenarnya Aminuddin. Maka dikatakannya bahwa Mariamin bukanlah jodoh Aminuddin melainkan seorang putri kepala kampung yang kaya dan cantik maaf dan menyesali segala perbuatanya setelah melihat sifat-sifat Mariamin yang baik.

Beberapa bulan kemudian Mariamin dinikahkan oleh seorang kerani yang belum dikenalnya,bernama Kasibun. Yang ternyata Tanpa sepengetahuan Aminuddin, Baginda Diatas membawa calon menantunya hendak dijodohkan dengan Aminuddin di Medan. Ternyata Aminuddin kecewa mendapat bukan pilihannya, akan tetapi ia tidak dapat menolak keinginan ayahnya serta adat istiadat yang kuat. Kemudian diberitahukan Mariamin bahwa pernikahannya tidak berdasarkan cinta dan ia minta maaf serta bersabar menerima cobaan ini.

Mariamin jatuh sakit karena cintanya yang terhalang. Suatu hari Baginda Diatas datang hendak minta diketahui ia baru menceraikan istrinya di Medan untuk mengawini Mariamin. Suatu ketika Aminuddin mengunjungi Mariamin di rumahnya, namun menimbulkan kecurigaan dan rasa cemburu dalam diri Kasibun. Kemudian Kasibun menyiksa Mariamin dan merasa tidak tahan hidup bersama suaminya,ia kemudian melapor pada polisi dan suaminya kalah perkara dengan membayar denda. Kasibun harus mengaku bersalah dan merelakan bercerai darinya. Mariamin merasa bersedih dan ia pulang ke Sipirok rumah ibunya. Badannya kurus dan sakit-sakitan, hingga akhirnya meninggal dunia dengan amat sengsara.

Pengarang ingin menceritakan dua orang bersaudara yang menjalin hubungan cinta, namun terhalang oleh adat istiadat setempat dan berakhir sampai salah satunya telah dijemput maut.

 

III. Keunggulan dan Kelemahan

  • Keunggulan  : Dalam cerita ini menceritakan jalinan kasih yang terjadi di dalam satu lingkungan keluarga yang dikisahkan dengan berbagai rintangan seperti yang banyak terjadi di kehidupan sehari-hari . Namun cerita ini berakhir dengan akhir yang sedih.
  • Kelemahan   :  Bahasa yang digunakan masih kurang dapat dipahami secara langsung, namun haruslah dibaca berulang-ulang agar mengerti jalan ceritanya. Terkadang jalan ceritanya bersifat fiktif dan diceritakan terlalu mendramatisir.

COVER BOOK

IV. Unsur Intrinsik

a.   Tema              : Tidak selamanya kebahagiaan dapat diperoleh dengan  mudah harus  ada pengorbanan.

b.   Latar               :  Sipirok, Deli, dan Medan.

c.   Plot / Alur       :  Alur Maju.

d.   Sudut Pandang  :  Orang ketiga tunggal.

e.    Penokohan  dan  Perwatakan

1.   Mariamin   :  Seorang yang penurut, ramah, taat pada orang tuanya .

2.   Aminuddin :  Orang yang baik, perhatian, dan baik budi pekertinya.

3.   Ibu Mariamin,Nuria  :  Perhatian baik terhadap anaknya sendiri  maupun  terhadap kemenakannya, baik,dan

ramah.

4.       Tohir ( Sultan Baringin )  :  Ayah Mariamin, ia suka berjudi, pemarah, mau   menang sendiri, dan suka

berbicara kasar.

5.       Baginda Diatas  :  Ayah Aminuddin, ia seorang bangsawan kaya,  disegani   oleh bawahan karena sifatnya yang  mulia.

f.    Bahasa  :  Bahasa Melayu.

g.   Amanat    :  Untuk memperoleh segala yang  kita inginkan terutama  kebahagiaan kita harus bersabar.

 

 

Posted Juni 29, 2012 by mtsmudenpasar in ANALISIS ROMAN 20-30an

Tagged with

BAB III: 4.Bermain Peran   Leave a comment

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat bermain peran dengan cara improvisasi

MATERI : Drama Panggung

RINGKASAN

Drama merupakan pertunjukan yang mengangkat gambaran
kehidupan manusia. Drama merupakan miniatur kehidupan yang diangkat
ke panggung. Bermain drama di atas panggung diawali dengan berbagai
latihan, yaitu olah rasa, olah vokal, olah tubuh, musik, tari, dan seni lainnya
yang mendukung. Pementasan drama dapat dimainkan berdasarkan teks
atau tanpa teks dan cenderung spontanitas. Hal demikian itu disebut
improvisasi.
Pada pementasan drama yang berdasarkan pada naskah dialog, latar,
pembabakan, dan karakterisasi tokoh sudah ditentukan dan harus
dihafalkan dan dilatih terus-menerus supaya harmonis dan padu. Pada
permainan drama zaman dahulu, pementasan tidak berdasarkan pada
naskah, namun pada inti dan akhir cerita. Dalam bermain drama tanpa
pegangan naskah (improvisasi), sutradara hanya memberikan cerita pokok
atau garis besar, alur cerita, dan memilih pemain.
Dalam bermain peran, baik berdasarkan naskah, maupun tanpa naskah,
pemain harus paham mengenai teknik akting. Hal-hal yang harus
diperhatikan pemain, antara lain:
1. berperan sebagai tokoh dengan sungguh,
2. bisa bekerja sama dan kompak dalam permainan,
3. tidak menyimpang dari jalan cerita,
4. dialog dan pelafalan (intonasi dan artikulasi) jelas, dan
5. anggota badan yang digerakkan mencerminkan karakter tokoh.
Pada pementasan drama dengan improvisasi, hendaknya dipahami
terlebih dahulu pokok-pokok cerita dan akhir cerita.

 

Latihan 3.5

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Konflik apa saja yang dapat diangkat ke atas pentas drama?
2. Mengapa diperlukan latihan untuk mempersiapkan proses pementasan drama?
3. Apa yang dimaksud dengan improvisasi?
4. Hal-hal apa yang harus diperhatikan pemain dalam bermain peran?
5. Apa yang dimaksud dengan teknik akting?

 

 

TUGAS MANDIRI

Perankan tokoh berikut di depan kelas dengan dialog dan gaya!
1. penari (sedang menari)
2. koki (sedang memasak)
3. dokter (memeriksa pasien)
4. pengamen (sedang marah-marah)

Posted Juni 27, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB III: 3.Membaca Novel Remaja   Leave a comment

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat membuat sinopsis novel remaja Indonesia

MATERI: Sinopsis Novel

RINGKASAN

Sinopsis juga disebut ringkasan cerita. Sinopsis bertujuan untuk
mengetahui isi novel dalam bahasa yang singkat. Sinopsis membantu
pembaca untuk mengetahui gambaran keseluruhan isi novel. Langkahlangkah
untuk membuat sinopsis, antara lain adalah:
1. membaca novel itu terlebih dahulu secara keseluruhan,
2. mencatat unsur intrinsiknya: tema, nama tokoh, peristiwa penting, dan
3. menulis ringkasan berdasarkan alur dengan bahasa yang efektif.
Berikut contoh kutipan novel beserta sinopsisnya.

TIDUR DI BULAN

Kutipan novel : Pergi ke Bulan
Karya : Darwin
Penerbit : Pinneaple, 2000

 
Apa yang dilakukan Prodo benar-benar membuat Pragina kesal.
Perempuan itu berpikir bahwa Prodo, suaminya, telah berbuat tidak adil
kepadanya.
“Mas, aku tidak bisa menerima perlakuan seperti ini,” ungkap Pragina.
“Mengapa? Tugasmu di rumah. Mengurus rumah dan anak-anak. Titik!”
Pragina menarik napas dalam-dalam.
“Sementara kau terus bepergian, Mas?” Tanya Pragina lemah.
“Ya”
“Berminggu-minggu?”
“Ya”
“Lukas dan Toni selalu menanyakanmu.”

“Itu tugasmu sebagai ibu untuk memahamkan mereka bahwa ayah
mereka harus pergi mencari nafkah!”
“Baiklah.” Pragina menyerah dan putus asa.
***
Prodo mengangkat kopernya dan melangkah menuju mobil. Mendadak
ia merasakan sesuatu yang aneh menyelimutinya. Ketika ia menoleh,
sepasang mata mungil Tony mengamatinya dengan berkaca-kaca.
“Ayah mau kerja?” tanya Tony. Prodo mengangguk.
“Lalu, mengapa harus membuat Ibu menangis?” lanjut Tony. Prodo terkejut
mendapat pertanyaan macam itu. Pikirnya, ”Pragina benar-benar tidak mampu
merawat anaknya dengan pikiran-pikiran yang baik.”
“Kalau Ayah mau pergi kerja, pergi saja, tapi jangan bikin ibu nangis. Tony
berjanji tidak akan minta oleh-oleh lagi dari Ayah, tidak akan menganggu Ayah
pulang kerja, tidak akan merengek-rengek pada ibu agar Ayah cepat pulang,
tidak akan nakal lagi agar Ayah tidak marah, tapi Ayah jangan marahi ibu lagi.
Tony sedih kalau lihat ibu menangis.”
Kata-kata Tony tersebut, benar-benar membuat Prodo tercekat. Ia
meletakkan kopernya dan memeluk tubuh Tony erat-erat.
Dari kutipan novel di atas dapat dibuat ringkasan sebagai berikut:
Prodo tidak mau mendengarkan keluh kesah Pragina, istrinya, mengenai
kebiasaannya pergi berminggu-minggu dengan alasan kerja. Ketika hendak
pergi lagi, Tony anaknya berkata bahwa ia tidak akan mengharap kedatangan
ayahnya lagi asalkan ayahnya tidak membuat ibunya menangis. Prodo tercekat
dan tersadar bahwa keluarganya membutuhkan kehadirannya.

Latihan 3.4

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Sumber kutipan novel di atas diambil dari mana?
2. Siapa tokoh-tokoh dalam kutipan novel di atas?
3. Mengapa Pragina memprotes tindakan Prodo?
4. Mengapa Tony bersedih?
5. Nilai apa yang terdapat dalam kutipan novel di atas?
6. Tunjukkan pesan yang terdapat dalam kutipan novel di atas?
7. Apa pesan yang tersirat dari kutipan novel di atas?
8. Apa yang dimaksud dengan ringkasan cerita?
9. Mengapa ringkasan cerita harus menggunakan bahasa yang efektif?
10. Mengapa urutan alur harus jelas dalam meringkas?

TUGAS MANDIRI

1. Bacalah sebuah novel remaja!
2. Buatlah ringkasan ceritanya!
3. Tulislah pesan yang tersurat dan tersirat dari novel yang kamu baca! Sertailah pesan
itu dengan bukti dan alasan!
4. Diskusikan hasil karya kamu dengan teman satu kelompok!

Posted Juni 26, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB III: 2. Menulis Laporan   Leave a comment

TELITI TEKUN PERCAYA DIRI

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat menulis laporan dengan bahasa yang baik dan benar

MATERI: Laporan

RINGKASAN

Setelah mahir menanggapi laporan, kamu akan belajar menulis laporan. Untuk keperluan
penulisan laporan, kamu harus melalui beberapa tahap.
1. Melakukan Kegiatan Observasi
Hal-hal yang harus dilakukan ketika obsrevasi adalah
a. Mencatat data yang diperlukan dan menyesuaikannya dengan tujuan/fungsi laporan,
b. melakukan survei tempat dan melanjutkan observasi,
c. menemui narasumber untuk wawancara sebagai bukti penguat dan referensi, dan
d. Mencatat hasil observasi.
2. Menulis Kerangka Laporan
Setelah observasi, susunlah laporannya. Kamu harus mengikuti kaidah yang berlaku dengan
sistematika yang baik dan mudah dipahami. Untukitu, kamu harus membuat kerangka laporan
terlebih dahulu.

Perhatikan contoh kerangka laporan berikut ini!

LAPORAN HASIL OBSERVASI
Upaya menjadikan kendaraan bersahabat dengan alam
I. Pendahuluan
II. Hasil Observasi
A. Mulai tumbuh kesadaran untuk menjaga lingkungan dan menekan pencemaran udara
B. Faktor-faktor pencemaran udara
C. Pengaruh pencemaran udara
D. Usaha menekan pencemaran udara
III. Kesimpulan dan Saran
3. Mengembangkan Kerangka Laporan dalam Beberapa Paragraf  dengan menggunakan Bahasa Baku

Tulislah paragraf isi laporan berdasarkan kerangka tersebut. Untuk
menulis laporan, bahasa yang digunakan adalah bahasa baku karena laporan
merupakan karya ilmiah.

JADIKAN MENULIS BUDAYA SETELAH MEMBACA

Latihan 3.3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Apa yang dimaksud dengan laporan tertulis?
2. Sebutkan contoh laporan?
3. Sebutkan langkah-langkah penulisan laporan yang baik!
4. Mengapa sebelum menulis laporan kita harus lakukan observasi?
5. Ragam bahasa apa yang digunakan dalam menulis laporan?
6. Apa fungsi kerangka laporan?
7. Bagaimana cara menulis laporan berdasarkan kerangka laporan?

 

JADIKAN KERJA SAMA WUJUDKAN IMPIAN JADI PENULIS

TUGAS KELOMPOK

Buatlah kelompok kecil yang terdiri atas 3 orang siswa. Kemudian, lakukan tugas-tugas berikut ini.
1. Lakukan sebuah kegiatan pengamatan ke suatu lokasi (bandara, museum, laboratorium, dll)
2. Catatlah data hasil pengamatan dan wawancara!
3. Buatlah kerangka laporan!
4. Kembangkan kerangka laporan menjadi laporan lengkap!

 

Posted Juni 26, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB III: 1.Mendengarkan Laporan   Leave a comment

LOKASI SANATORIUM

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat menanggapi isi laporan.

MATERI: LAPORAN

RINGKASAN

Apakah kamu pernah membahas laporan peristiwa dan laporan
kegiatan? Agar kamu lebih memahami materi, pada pelajaran kali ini kamu
akan kembali mempelajari laporan dan bagaimana cara menanggapi isi
laporan.
Simaklah baik-baik laporan berikut ini!

MOTOR VS ALAM

1. Laporan Kegiatan
     KOMUNITAS MOTOR BERSATU
Minggu, 8 April 2007, arena Sirkuit PRJ Kemayoran dipenuhi oleh 200 perwakilan klub motor
Jakarta yang meramaikan acara peluncuran produk pelumas terbaru Pertamina, Enduro 4T Racing
sekaligus pembukaan kejuaraan motor nasional “Road Race Pertamina Enduro 4T Racing
Championship 2007”. Acara yang didukung penuh oleh Pertamina dibuka oleh Marketing Manager
Unit Pelumas, Hasto Wibowo dengan menyerahkan Pelumas Enduro 4T Racing secara simbolis
kepada pembalap dari tim Suzuki Pertamina.
Acara dimeriahkan dengan atraksi konvoi yang disuguhkan oleh 200 perwakilan klub motor
Jakarta dan pembalap dari tim Suzuki Pertamina dengan membagikan produk Enduro 4T Racing
kepada penonton. Enduro 4T Racing 10W-40 dihadirkan untuk menjawab permintaan pasar akan
pelumas motor sintetik di kelas racing. Produkmu juga baik untuk penggunaan sehari-hari dengan
keunggulan berbahan dasar sintetis untuk semua motor jenis 4-tak. Enduro 4T Racing dengan
aditif khusus ini telah teruji dan terbukti mampu melindungi metal di putaran tinggi, mempersingkat
gesekan, dan tahan panas.
Acara yang diselenggarakan promotor Trendy Promo Mandira (TPM) bekerja sama dengan
Klub Ikatan Penggemar Mobil Jakarta (IPMJ) dan divisi Pelumas Pertamina tersebut juga
menghadirkan rombongan Indosolo Extreme yang terdiri atas sembilan orang pembalap untuk
menghibur penonton. Peristiwa itu adalah bukti komitmen jangka panjang Pertamina untuk terus
mendukung perkembangan dunia otomotif nasional. Apa yang sudah dilakukan Pertamina dalam
mendukung peristiwa tersebut adalah bagian dari komitmen: ”Kita Untung Bangsa Untung.”

Jadikan Asap Bersahabat dengan Alam

 

2. Laporan Observasi
JADIKAN KENDARAAN BERSAHABAT DENGAN ALAM
Meskipun masih jauh dari kategori berhasil, kesadaran untuk menjaga lingkungan dan menekan
pencemaran udara mulai tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan, kini juga
terdapat Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yang
mengharuskan kendaraan bermotor di wilayah Jakarta lolos uji emisi untuk memperpanjang STNK
(Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor). Hal itu bukanlah
tanpa sebab mengingat tingkat pencemaran udara yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal
itu sebagian besar dipicu oleh banyaknya asap pembuangan kendaraan bermotor seiring dengan
bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di negeri ini. Sekadar gambaran, saat ini rata-rata di
setiap satu kilometer panjang jalan di Jakarta terdapat 3.000 kendaraan bermotor.

Sebagai pemilik tentu sudah sepatutnya kita turut bertanggung jawab untuk menjaga kondisi
lingkungan dan kebersihan udara. Hal itu akan memberi dampak langsung pada kesehatan diri
kita sendiri. Tidak perlu kita berpikir yang terlalu jauh, mulailah dengan merawat kendaraan pribadi
secara rutin pada setiap komponen mesin, di antaranya adalah menilik asap pembuangan di bagian
knalpot kendaraan masing-masing. Apakah kendaraanmu mengeluarkan asap berwarna putih atau
hitam? Jika demikian yang terjadi, hal tersebut menandakan terjadinya sistem pembakaran yang
tidak sempurna. Asap pembuangan berwarna putih biasanya disebabkan adanya kebocoran di
bagian ring seher, dan jika asapnya berwarna hitam terlalu banyak campuran bensin daripada
udara di dalam karburator. Hal tersebut juga dapat disebabkan filter udara kotor sehingga membuat
campuran bensin menjadi “kaya”.
Patut diketahui bahwa asap pembuangan kendaraan juga mengandung timbal yang dapat
mengganggu kesehatan tubuh. Timbal tersebut akan mengontaminasi udara yang kita hirup ataupun
makanan yang kita konsumsi, misalnya makanan yang dijajakan di tepi jalan.
Saat peringatan hari Bumi pada tanggal 22 April nanti, tidak ada salahnya hari tersebut dijadikan
momentum bagi kita semua untuk mengubah kebiasaan dan menciptakan lingkungan yang lebih
bersih. Hal tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada campur tangan dari setiap individu.
Dalam menanggapi isi laporan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan cara
mengajukan pertanyaan, memberi komentar, dan memberi saran. Pertanyaan, komentar, dan
saran harus diungkapkan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

 

Latihan 3.1

1. Buatlah pertanyaan untuk menanggapi isi laporan 1!
2. Buatlah 5 pertanyaan untuk menanggapi isi laporan 2!
3. Menurut pendapatmu, bagaimana cara menyampaikan tanggapan terhadap laporan
dengan baik?

 

Latihan 3.2

Berilah komentar secara lisan terhadap isi laporan berikut!

1. Enduro 4T Racing 10W-40 dihadirkan untuk menjawab permintaan pasar akan
pelumas motor sintetik di kelas racing yang juga baik untuk penggunaan sehari-hari
dengan keunggulan berbahan dasar sintetis untuk semua motor jenis 4 tak.

 
2. Saat ini, rata-rata di setiap satu kilometer panjang jalan Jakarta terdapat 3.000
kendaraan bermotor.

 
3. Perda Nomor 2 Tahun 2005 yang mengatur tentang Pengendalian Pencemaran Udara
mengharuskan kendaraan bermotor di wilayah Jakarta lolos uji emisi untuk
memperpanjang STNK dan BPKB.

 

4. Asap kendaraan bermotor mengandung timbal yang dapat mengganggu kesehatan
tubuh.

Posted Juni 26, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with