Archive for the ‘BERBICARA’ Tag

BAB III: 4.Bermain Peran   Leave a comment

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat bermain peran dengan cara improvisasi

MATERI : Drama Panggung

RINGKASAN

Drama merupakan pertunjukan yang mengangkat gambaran
kehidupan manusia. Drama merupakan miniatur kehidupan yang diangkat
ke panggung. Bermain drama di atas panggung diawali dengan berbagai
latihan, yaitu olah rasa, olah vokal, olah tubuh, musik, tari, dan seni lainnya
yang mendukung. Pementasan drama dapat dimainkan berdasarkan teks
atau tanpa teks dan cenderung spontanitas. Hal demikian itu disebut
improvisasi.
Pada pementasan drama yang berdasarkan pada naskah dialog, latar,
pembabakan, dan karakterisasi tokoh sudah ditentukan dan harus
dihafalkan dan dilatih terus-menerus supaya harmonis dan padu. Pada
permainan drama zaman dahulu, pementasan tidak berdasarkan pada
naskah, namun pada inti dan akhir cerita. Dalam bermain drama tanpa
pegangan naskah (improvisasi), sutradara hanya memberikan cerita pokok
atau garis besar, alur cerita, dan memilih pemain.
Dalam bermain peran, baik berdasarkan naskah, maupun tanpa naskah,
pemain harus paham mengenai teknik akting. Hal-hal yang harus
diperhatikan pemain, antara lain:
1. berperan sebagai tokoh dengan sungguh,
2. bisa bekerja sama dan kompak dalam permainan,
3. tidak menyimpang dari jalan cerita,
4. dialog dan pelafalan (intonasi dan artikulasi) jelas, dan
5. anggota badan yang digerakkan mencerminkan karakter tokoh.
Pada pementasan drama dengan improvisasi, hendaknya dipahami
terlebih dahulu pokok-pokok cerita dan akhir cerita.

 

Latihan 3.5

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Konflik apa saja yang dapat diangkat ke atas pentas drama?
2. Mengapa diperlukan latihan untuk mempersiapkan proses pementasan drama?
3. Apa yang dimaksud dengan improvisasi?
4. Hal-hal apa yang harus diperhatikan pemain dalam bermain peran?
5. Apa yang dimaksud dengan teknik akting?

 

 

TUGAS MANDIRI

Perankan tokoh berikut di depan kelas dengan dialog dan gaya!
1. penari (sedang menari)
2. koki (sedang memasak)
3. dokter (memeriksa pasien)
4. pengamen (sedang marah-marah)

Iklan

Posted Juni 27, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB II: 1. Berwawancara   Leave a comment

Perlu persiapan matang saat akan wawancara!
SIAP KOMANDAN!

 

KOMPETENSI DASAR: Berwawancara dengan narasumber (etika wawancara)

MATERI: Wawancara

RINGKASAN

Pernahkah kamu dan teman-temanmu berwawancara dengan
narasumber? Jika pernah, tentu kamu mengetahui apa yang dimaksud
dengan wawancara. Wawancara adalah tanya jawab antara pewawancara
dan seorang pakar atau ahli untuk mendapatkan informasi tentang suatu
hal. Ahli atau pakar yang diwawancarai disebut narasumber. Narasumber
dapat ditentukan sesuai dengan bidang yang ingin dikaji secara mendalam.
Bidang tersebut, antara lain kedokteran dengan narasumber seorang dokter,
bidang pendidikan dengan narasumber seorang guru, serta bidang kesenian
dengan narasumber seniman.

 

Perhatikan contoh wawancara berikut ini!
Herlina : Selamat pagi Dokter Yoga, perkenalkan nama saya Herlina. Saya
dari SMP Taman Laut.

 
Dokter Yoga : Selamat pagi! Saya senang sekali berjumpa dengan Adik.

 
Herlina : Dok, maksud kedatangan saya ini adalah untuk mewawancarai
Dokter mengenai sejumlah tanaman obat di Indonesia, khususnya
temu lawak. Beberapa waktu yang lalu, saya membaca profil
Anda di jurnal yang menyebutkan bahwa Anda adalah peneliti
Temu lawak di Korea. Dokter Yoga tidak keberatan ‘kan?

 
Dokter Yoga : Oh… tentu saja tidak. Saya justru senang karena temu lawak yang
berkasiat itu menjadi dikenal dan diperhatikan manfaatnya oleh orang
banyak. Silakan saja apa yang ingin Adik ketahui tentang temu lawak?

 
Herlinda : Mengapa Anda tertarik meneliti temu lawak, Dok?

 
Dokter Yoga : Jika Anda berbicara tentang ginseng pasti yang terlintas negara Korea,
padahal, negara penghasil ginseng terbesar di dunia adalah Kanada
dan Cina. Orang Korea sendiri juga mengimpor bahan dasar gingseng
dari Kanada dan Cina. Sebaliknya, tanaman temu lawak hanya terdapat
di Indonesia. Saya berharap temu lawak bisa menjadi ikon tanaman
obat dari Indonesia, sama seperti gingseng yang sudah menjadi ikon
Korea.

 
Herlina : Apakah temu lawak termasuk tumbuhan yang sulit tumbuh?

 
Dokter Yoga : Oh, tidak. Temu lawak mudah tumbuh di berbagai daerah di Indonesia,
temu lawak dapat ditemukan di Jawa, Bali, NTB, dan Maluku Selatan.
Temu lawak yang nama latinnya Curcuma zanthorrhiza merupakan
tanaman yang hampir tidak memiliki musuh (hama). Tanaman itu

menghasilkan antijamur, ia tidak akan terkena jamur karena temu
lawak sendiri menghasilkan jamur.

 
Herlina : Apa saja manfaat temu lawak, Dok?

 
Dokter Yoga : Manfaat temu lawak, antara lain sebagai antiketombe, untuk pasta
gigi, dan dimungkinkan dapat digunakan untuk mengatasi penyakit
kanker.

 

 

Latihan 2.1
Buatlah daftar pertanyaan yang sesuai dengan pernyataan berikut!

1. Dokter Yoga adalah seorang peneliti temu lawak.
2. Nama Latin temu lawak adalah Curcuma zanthorrhiza.
3. Tanaman temu lawak di Indonesia hanya ada di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Selatan.
4. Jika orang berbicara tentang ginseng, yang akan terlintas adalah negara Korea.
5. Penghasil ginseng terbesar adalah Kanada dan Cina, bahkan orang Korea juga mengimpor ginseng

dari Kanada dan Cina.
6. Dr. Yoga berharap agar tanaman obat temu lawak menjadi ikon tanaman obat dari  Indonesia.
7. Tanaman temu lawak menghasilkan antijamur.
8. Temu lawak dapat dimanfaatkan sebagai antiketombe, untuk pasta gigi, dan
dimungkinkan untuk mengatasi penyakit kanker.

Cek peralatan wawancara

TUGAS MANDIRI

1. Buatlah daftar pertanyaan untuk wawancara (pendidikan, kesehatan, olahraga, dan agama)!
2. Lakukan wawancara dengan narasumber sesuai dengan daftar pertanyaan yang kamu

buat! Perhatikan etika wawancara!
3. Rekamlah wawancaramu dengan kaset/recorder!
4. Putarlah rekamanmu bersama teman-temanmu untuk saling memberi masukan!
5. Sebutkan etika wawancara yang kamu ketahui! Adakah etika yang kamu langgar ketika
melakukan wawancara? Jika ada, koreksi dan perbaikilah!

Posted Juni 25, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB IV: 2. Musikalisasi Puisi   Leave a comment

Ekspresi Puisi, “Hebat ya!”

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat menyajikan puisi yang sudah dimusikalisasi

MATERI: Puisi

RINGKASAN

Puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif
dengan memanfaatkan diksi (pilihan kata) atau unsur puisi yang lain. Puisi
akan lebih indah jika dibacakan atau dilantunkan.

Musikalisasi puisi merupakan kegiatan mengekspresikan puisi dalam
bentuk lagu. Dalam menampilkan musikalisasi puisi, penghayatan dan
penjiwaan sangat menentukan keberhasilannya. Tanpa penghayatan dan
penjiwaan yang tepat, musikalisasi puisi akan terasa hambar untuk didengar.

Perhatikanlah contoh puisi di bawah ini!

ANDAI KUTAHU
Karya Pasha (Ungu)

Andai kutahu
Kapan tiba ajalku
Ku kan memohon
Tuhan tolong panjangkan umurku

Andai kutahu
Kapan tiba masaku
Ku kan memohon
Tuhan jangan kau ambil nyawaku
Aku takut akan semua dosa-dosaku
Aku takut dosa yang terus membayangiku

Andai kutahu
Malaikat-Mu kan menjemputku
Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu
Aku takut akan semua dosa-dosaku
Aku takut dosa yang terus membayangiku
Ampuni aku dari segala dosa-dosaku
Ampuni aku menangisku bertobat pada-Mu
Aku manusia yang takut neraka

Namun aku juga tak pantas di surga Andai kutahu
Kapan tiba ajalku
Ku kan memohon
Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu

Latihan 4.3

Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa isi bait pertama syair lagu “Andai Kutahu” di atas?
2. Citraan apa yang digunakan dalam lirik lagu di atas?
3. Sebutkan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut!
4. Sebutkan makna kata:
a. tiba masaku,
b. dosa yang membayangiku,
c. menangisku bertaubat, dan
d. aku juga tak pantas di surga.
5. Ceritakan isi keseluruhan syair lagu tersebut!

Latihan 4.4

Carilah teman yang dapat memainkan alat musik gitar atau lainnya. Kemudian musikalisasikan
puisi di bawah ini sesuai dengan isi puisi tersebut!

 

Hidup bagai puisi. Penuh ambigu

 
BUNDA
Karya Melly Guslaw
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambaran diri
Kecil bersih belum ternoda

 
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

 
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang

 
Nada-nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangis nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

 
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

 
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang

 

Oh bunda
Ada dan tiada
Dirimu kan slalu
Ada di dalam hatiku

JIWA SELALU BERPUISI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas

Carilah puisi di surat kabar atau majalah!
Musikalisasikan puisi tersebut sesuai isi dengan suasana/irama yang membangun!

Posted Juni 23, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

Melaporkan Secara Lisan   Leave a comment

Arus Mudik Penyeberangan Merak-Bakahuni

Konser Musik Berlangsung Rusuh

 

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa diharapkan dapat melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan menggunakan kalimat yang jelas.

MATERI: Laporan Lisan

RINGKASAN

Setiap hari banyak kita jumpai peristiwa atau kejadian dari yang kurang
aktual sampai yang paling aktual. Kita dapat menemukan atau memperoleh

peristiwa dari media elektronik, seperti televisi, radio, internet,
serta dari media cetak, seperti koran dan majalah. Sekarang ini,
banyak peristiwa mendunia yang terjadi di dalam atau di luar
negeri, bahkan, seringkali peristiwa-peristiwa menarik terjadi di
sekitar kita.
Agar dapat melaporkan kembali peristiwa dengan baik, kita
perlu mengatur suara. Penggunaan jeda (pemenggalan kata),
intonasi, dan ekspresi yang baik akan membuat cerita menarik
dan dapat diterima orang lain.
Hal lainnya adalah pemahaman alur peristiwa yang
disampaikan. Urutan cerita peristiwa harus dijelaskan secara
akurat, lengkap, dan jelas. Akurat maksudnya informasi yang
dilaporkan harus sesuai dengan yang diperoleh, yaitu
memperhatikan 5W + 1 H maksudnya, yaitu menggunakan
intonasi, jeda, dan pelafalan yang benar.

Bacalah contoh peristiwa berikut!

SIMPATI PENGAMEN DAN GADIS TUNANETRA
Tiga belas pasangan ibu dan putrinya berhasil menyisihkan 2.000 kontestan lain untuk masuk
ke babak final program Reality Show Mama Mia. Di antara para finalis, pasangan Ajeng-Mama
Cindy dan Fiersha-Mama Aci boleh dibilang paling mencuri perhatian.
Latar belakang mereka menjadi alasan. Ajeng-Mama Cindy, sehari-hari merupakan pengamen
bus kota. Sementara itu, Fiersha merupakan gadis tunanetra tetapi memiliki kelebihan luar biasa
pada kemampuan vokal.
Sehari-hari, Ajeng, Mama Cindy, serta ayah Ajeng, Hary, naik bus kota untuk menjajakan
kemampuan bermusik mereka. Sang ayah memetik gitar, sedangkan istri dan putrinya melantunkan
lagu populer milik Peterpan, Radja, hingga Pinkan Mambo. Biasanya, keluarga itu mengamen di
dalam bus kota nomor 47 jurusan Kali Deres – Kampung Rambutan.
Suatu hari, saat tengah mengamen, Ajeng diberi anjuran oleh salah seorang penumpang bus
untuk mendaftarkan diri ke ajang Mama Mia. Ajeng mengaku mendapat banyak dukungan dari
teman-temannya sesama pengamen. Meskipun telah masuk babak final Mama Mia, di luar waktu
latihan dan mengikuti rangkaian acara, Ajeng dan Mama Cindy tetap mengamen.
Sementara itu, Fiersha, meski memiliki kekurangan fisik. Bakat menyanyinya dapat membuat
banyak orang iri. Sejak kecil, dia menyanyi dari panggung ke panggung, termasuk rekaman di
Radio Republik Indonesia (RRI). Sejak dahulu Fiersha paling suka pelajaran kesenian. Dia nggak
pernah minder karena cacat.
Mama Mia merupakan progam yang diadopsi dari Quinceanera di Telemindo, televisi berbahasa
Spanyol di Meksiko. Nilai penjurian yang digunakan sistem vote lock. Ada seratus juri yang
memberikan suara. Hasilnya digabung dengan penilaian empat dewan juri utama, yakni Sophia
Latjuba, Arzetti Bilbina, Helmy Yahya, dan Ahmad Dhani. Setiap minggunya, akan ada pasangan
ibu dan anak yang tereliminasi. Putaran pertama dimulai tadi malam.
Sumber: Solo Pos, 2 September 2007 (dengan perubahan)

Latihan 3.3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara lisan!
1. Peristiwa apa yang terjadi dalam bacaan di atas?
2. Siapa yang diceritakan dalam teks di atas?
3. Apa latar belakang kehidupan Ajeng-Mama Cindy?
4. Di mana keluarga Ajeng bekerja?
5. Siapa gadis tunanetra yang ikut acara Reality Show?
6. Di mana gadis tunanetra tersebut pernah rekaman?
7. Diadopsi dari acara apa program Mama Mia?
8. Siapa artis yang menjadi juri acara Mama Mia?
9. Sistem apa yang digunakan untuk penilaian juri?
10. Berapa jumlah peserta dalam program Mama Mia?

Latihan 3.4

Berdasarkan bacaan dan hasil jawabanmu dari Latihan 1, laporkan secara lisan tentang gadis
pengamen dan gadis tunanetra yang ikut Mama Mia!

TUGAS MANDIRI

Carilah sebuah peristiwa di surat kabar atau majalah, kemudian deskripsikan peristiwa
tersebut secara terperinci dengan bahasa yang baik dan benar. Laporkan peristiwa secara
lisan dengan menggunakan kalimat yang jelas!

Posted Juni 22, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

Memuji dan Mengkritik Karya   Leave a comment

Kompetensi Dasar: Siswa  dapat mengkritik/memuji karya (seni atau produk) dengan bahasa yang lugas dan santun

MATERI: Memuji dan mengkritik

RINGKASAN

Karya seni adalah ciptaan yang dapat menimbulkan rasa indah bagi
orang yang melihat, mendengar, atau merasakannya. Karya seni memang
indah untuk dinikmati. Karya seni tidak hanya terbatas pada karya sastra,
tetapi juga seni yang lain, seperti seni lukis, seni musik, dan seni ukir. Kamu
tentu pernah melihat salah satu produk seni tersebut.
Secara sadar atau tidak, ketika melihat suatu produk seni, misalnya
lukisan, kamu akan melakukan penilaian meskipun sekadar mengatakan
“Wah, lukisannya bagus” atau ”lukisannya kurang bagus”.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kritik adalah kecaman atau
tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk
terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Kritik yang baik
adalah apabila disampaikan dengan kalimat yang tepat dan santun serta
bersifat membangun. Oleh karena itu, kita harus dapat memilih kata yang
tepat sehingga tidak menyinggung perasaan. Kritik bersifat membangun
adalah kritik yang dapat membantu untuk berkarya lebih baik atau menjadi
lebih baik lagi setelah mengetahui kekurangan dan kelebihan hasil karyanya.
Pujian merupakan pernyataan atau perkataan yang tulus akan kebaikan,
kelebihan, atau keunggulan suatu hasil karya. Pada pembelajaran ini kamu
akan berlatih untuk menyampaikan kritik dan pujian terhadap suatu karya.
Sampaikan kritik dan pujian itu dengan wajar, dan tepat serta menggunakan
bahasa yang lugas dan santun.
Perhatikan karya seni di bawah ini.

Pemandangan di sekitar Gn.Agung Bali

LATIHAN

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Jelaskan lukisan tersebut dengan bahasamu!
2. Berikan tanggapan terhadap lukisan tersebut! Sukakah kamu terhadap lukisan tersebut!
3. Berikan dua kalimat yang berisi pujian terhadap lukisan tersebut!
4. Berikan dua kalimat yang berisi kritik terhadap lukisan tersebut!
5. Mengapa memuji atau mengkritik harus menggunakan bahasa yang lugas dan santun?

Bacalah sajak berikut!

Sajak Sutarmanto
Ketika TuhanTertawa
Ranting-ranting subuh tegak ternganga
perjalanan menyusur legam kembara
mengoyak harap, hilang kisaran
segala yang ditumbuhkan malam
terbabat elang-elang
pada belantara tak bernama
lelaki tua menenteng tangan dan kakinya
bertanya lagi tentang diri sendiri
daun-daun luruh
dibangkitkannya, direnda ukiran di lusuh baju
saksikan orang-orang pulang
tanpa kenangan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Berikan dua kalimat yang berisi kritik terhadap puisi tersebut!
2. Berikan dua kalimat yang berisi pujian teradap puisi tersebut!
3. Sampaikan kritik dan pujian yang sudah kamu tulis tersebut secara lisan di depan kelas!

TUGAS MANDIRI

1. Carilah sebuah puisi atau karya yang lain di surat kabar atau majalah!
2. Berikan pujian dan kritik terhadap karya tersebut dengan bahasa yang lugas dan santun!

Posted Juni 17, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERPEN   Leave a comment

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat menceritakan  kembali isi cerpen

MATERI                          : CERPEN

RINGKASAN                 :

Kamu pasti pernah membaca cerpen (cerita pendek). Cerpen adalah
bacaan yang banyak digemari. Alur ceritanya yang tidak panjang membuat
cerita ini dapat dibaca dalam waktu yang tidak terlalu lama. Berapa banyak
cerpen yang telah kamu baca? Masih ingatkah isi cerpen yang pernah kamu
baca?
Kamu akan memiliki pengetahuan lebih banyak tentang cerpen dengan
belajar menceritakan isi cerpen yang telah dibaca. Hal-hal yang perlu diingat
ketika menceritakan isi cerpen adalah alur cerita atau jalan cerita,
penokohan, dan latar cerita. Hal-hal tersebut merupakan faktor penting
atau modal dalam bercerita.
Bacalah cerpen berikut!

Bapak : le Bapak di PHK makan apa ya
Anak : Ya makan nasi! Masak makan batu

RAPELAN
Karya: Riyanti
Bejo berputar-putar di depan cermin, sesekali
memegang krah bajunya, sesekali membenahi letak sabuk,
kemudian melihat wajahnya. Sudah hampir seperempat jam
Bejo berdandan. Hatinya berbunga-bunga. penantiannya
yang sangat melelahkan kini berakhir. Hari ini adalah
pertemuan untuk menerima surat keputusan (SK) sebagai
guru.
“Mas…dandannya disudahi dulu. Sekarang sarapan,
sudah jam tujuh lo…,”
“Wah, Bu… bagaimana pendapatmu tentang
penampilanku hari ini?”
“Wis… wis… wis… Pak Guru Bejo adalah guru yang
paling nggguan-theeeng di dunia,” hibur istrinya.
“Pokoknya nanti kalau sudah masuk kerja, dapat rapelan gaji…kamu tak belikan
baju yang bagus-bagus, tak belikan blender, kipas angin, dispenser, cincin, kalung,
gelang, … pokoknya yang kamu suka, … nanti buat si thole (anak laki-laki) tak belikan
mainan tembak-tembakan, mobil-mobilan. Kita dapat jalan-jalan ke mal biar kelihatan
agak modern begitu lo….. “
Selama masa menunggu SK, hampir semua kebutuhan yang diperlukannya yang
mencukupi adalah isterinya yang bekerja sebagai penjahit. Begitu pengumuman Bejo
masuk dalam CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), dia langsung mengundurkan diri
dari perusahaan tempat dia bekerja.
Suatu hari Bejo datang ke tempat pertemuan, Di tempat itu, kurang lebih dua
ratus orang yang sama-sama lolos menjadi calon pegawai. Wajah mereka tampak
berseri-seri.
“Mas Bakir, Mas Bakir, kamu ngambil undangannya kapan?” tanya Bejo kepada
temannya yang bernama Bakir.
“Lupa…., tiga hari yang lalu apa ya… kamu total habis berapa?”

“La memang kamu habis berapa? Sama kan harga undangannya. Apa ada yang
beda?”
“Bukan, maksudku selain uang yang kemarin itu?”
“Nggak ada. Siapa yang kena?”
“Aku juga cuma diceritain. Ada yang dua, ada yang satu setengah… gara-garanya
datanya nggak komplet?”
Bejo cuma tersenyum, “Ya… te es te (tahu sama tahu) lah. Makanya, kemarin itu
walaupun aku stres berat menunggu pengumuman penempatan, aku pilih cooling down.
Toh aku yakin kalau aku benar-benar lolos. Ada beberapa teman yang menyarankan
untuk membeli tempat…, tapi aku punya prinsip nggak ada istilah beli-belian begitu.”
Tampak di depan aula besar orang-orang penting memasuki ruangan. Semua
pandangan tertuju pada orang-orang penting itu. Beberapa menit kemudian orangorang
itu berbicara satu per satu.
Bagi Bejo atau mungkin juga yang lainnya, apa yang dibicarakan oleh orangorang
penting itu tidak penting. Yang mereka butuhkan adalah kejelasan mereka benarbenar
diangkat sebagai calon pegawai. Tentu saja ada bukti tertulisnya. Ada orang
penting yang mengatakan bahwa penerimaan pegawai tersebut tanpa dipungut biaya
sepeser pun. Hal itu tidak pernah menjadi masalah bagi Bejo dan kawan-kawan.
Matahari sudah condong ke barat, udara panas menyengat. Walaupun udara
panas, ketika Bejo datang, ia tetap dengan senyum yang mengembang. Motor tuanya
diparkir di halaman.
Dikeluarkannya selembar “surat sakti” dan diberikan kepada isterinya setelah
Bejo masuk ke dalam rumah. “Wah, syukur, perkiraanku tidak meleset jauh. Paling
dari sini tiga kilo, ya, Mas.”
“Iya dapat santai. Tidak usah kemrungsung (buru-buru) pun dapat datang pagi.
Lihat gajinya Bu padahal terhitung mulai bulan apa itu. Hitung saja sampai sekarang
sudah berapa bulan tentu rapelannya banyak sekali. Ibu dapat beli mesin cuci yang
diinginkan katanya kamu punya itu.”
Istrinya tampak tersipu mendengar kata-kata suaminya. Hatinya sumringah
(senang/bahagia) membayangkan suaminya mendapatkan rezeki nomplok.
Sepekan sudah berlalu. Bejo sibuk ke sekolah setiap hari. Sekarang dia benarbenar
terjun ke sekolah. Bagaikan darah dalam daging, Bejo benar-benar mengikhlaskan
hati dan membulatkan tekad untuk memajukan sekolah, mengabdi sepenuhnya kepada
negara, dan mencerdaskan kehidupan generasi muda. Setiap pukul setengah tujuh,
Bejo sudah melaju dengan sepeda motor tuanya.
Akhir bulan Bejo tidak seperti biasanya tampak kusut seperti orang yang kalah
perang. Biasanya, ketika pulang ke rumah ia akan menceritakan segala yang
didapatkannya hari ini di sekolah. Tapi, saat itu ia langsung ganti baju, cuci tangan,
dan tidur tanpa makan siang. Istrinya heran, tetapi tidak ingin mengganggu suaminya
yang mesti sedang ada masalah. “Ah… mudah-mudahan tidak ada apa-apa.”
Saat melihat suaminya tidur di kamarya, istri Bejo kembali menekuni tumpukan
kain dan mesin jahitnya. Baru setengah jam, dirasakannya tangan suaminya memegang
bahunya.
“Lo… kenapa nggak jadi tidur?”
“Aku nggak dapat tidur. Pusing, sebel, anyel (kesel), campur aduk jadi satu.
Rasanya ingin marah… tapi percuma.”
“Memangnya ada apa? Apa dhahar dulu saja, saya ambilkan, ya,?”
“Nggak. Aku nggak selera makan,” Bejo menahan tangan isterinya yang hendak
beranjak dari duduknya.

“Aku mau minta maaf,” nada suara Bejo terdengar sangat lirih, seperti ada beban
yang begitu berat dirasakannya.
“Lo, minta maaf untuk apa? Memangnya Mas salah apa?”
“Mungkin…..aku tidak dapat memenuhi janjiku yang kemarin-kemarin. Aku dan
hampir teman-teman tidak kuasa apa-apa atas rapelan itu. Bahkan, mungkin gaji
pertamaku harus kurelakan untuk biaya syukuran, baik di sekolah maupun tetangga
kita. Bahkan mungkin… aku mau pinjam uangmu dulu karena besok pengumpulan
terakhir. Aku sendiri tidak tahu uang itu untuk apa karena tidak ada kuitansinya. Yang
jelas semua sudah membayar tinggal aku dan Jupri, guru olahraga.”
“Ya sudah, jangan terlalu dipikirkan. Aku tidak pernah menuntut semua itu kok
Mas… jangan terlalu terbebani. Ya, bagaimanapun harus kita syukuri anugerah ini.
Lihat saja tahun kemarin… orang-orang yang dapat masuk tidak cukup 30 juta seperti
cerita teman Mas di sekolah. Mas sendiri pernah bilang… te es te lah…,” kata istri
Bejo sambil berjalan menuju meja makan.
Bejo mengikuti istrinya. Bebannya sudah agak terkurangi. Apalagi dia sadar betul,
tidak ada teman yang berani, tidak juga dirinya untuk “unjuk rasa” karena pasti akan
menghadapi kesulitan besar di masa-masa yang akan datang. Nah lho…..

LATIHAN 1

Jawablah secara lisan!
1. Apa tema cerpen “Rapelan” karya Riyanti di atas?
2. Sebutkan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerpen Rapelan!
3. Bagaimana watak Bejo?
4. Apa yang dialami Bejo?
5. Apa pekerjaan istri Bejo?
6. Mengapa Bejo minta maaf kepada istrinya?
7. Apa yang membuat Bejo ketika pulang langsung tidur?
8. Di mana latar dalam cerpen tersebut!
9. Sebutkan nilai didik yang dapat diambil dari cerita di atas!
10. Berikan pendapatmu tentang tokoh Bejo dalam cerpen di atas!

LATIHAN 2

Ceritakan kembali isi cerpen Rapelan dengan gaya dan bahasa yang menarik!

 

Posted Juni 17, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

BERBICARA   Leave a comment

Kompetensi Dasar              : Siswa dapat menyampaikan laporan secara lisan dengan bahasa baik dan benar

Materi                                      : Laporan Panitia

RINGKASAN MATERI       :

Pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan biasanya disampaikan melalui laporan hasil kegiatan. Laporan tersebut dapat disampaikan secara tertulis atau lisan. Biasanya laporan secara tertulis berbentuk uraian dengan isi lebih lengkap dan terperinci. Bahasa yang digunakan dalam laporan tertulis adalah bahasa baku yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Sistematika dalam laporan, baik tertulis maupun lisan, terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup. Dalam menyampaikan laporan secara lisan, bahasa yang digunakan hendaknya merupakan bahasa yang baik, benar, sesuai dengan konteks (situasi), sederhana, dan mudah dipahami. Laporan secara lisan hanya menyampaikan hal-hal yang dianggap penting, dan pokok.

Berikut petikan laporan lisan. Perhatikan!

Kepala sekolah yang kami hormati, Bapak dan Ibu Guru yang kami hormati, dan teman-teman yang berbahagia.
Saya, Ketua Panita Parade Seni Tradisi dan atas nama seluruh anggota panitia, melaporkan bahwa kami telah berhasil menyelesaikan kegiatan seni bertajuk “Merah Putih”. Acara tersebut dimulai pada 1 Agustus 2007 dan berakhir pada 5 Agustus 2007. Parade Seni Tradisi ini menampilkan pertunjukan seni tari, seni musik, dan seni teater. Pertunjukan tersebut tidak lepas dari seni tradisi Jawa. Pertunjukan yang dipentaskan, antara lain tari Bedhaya, tari Srimpi, tari Merak, instrumen gamelan, karawitan, pembacaan
geguritan, dan ditutup dengan pertunjukan ketoprak yang berjudul “Ronggolawe Gugur”. Parade Seni Tradisi ini bertujuan untuk mengenal tradisi di Indonesia, khususnya pada tradisi Jawa.
Kami bersyukur kepada Tuhan YME dan kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya Parade Seni Tradisi ini. Kami berharap acara ini dapat menjadi acara tahunan yang bermanfaat.
Terima kasih.

LATIHAN

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Siapakah yang menyampaikan laporan di atas?
2. Kegiatan apa yang telah diselenggarakan?
3. Kapan acara tersebut dilaksanakan?
4. Apa tujuan kegiatan Parade Seni tersebut?
5. Pertunjukan apa saja yang ditampilkan?
6. Tulislah pokok-pokok laporan di atas?
7. Tunjukkan bagian yang dapat dihilangkan dalam laporan di atas?
8. Bagaimana penggunaan bahasa dalam laporan lisan di atas?

TUGAS MANDIRI

1. Tulislah kerangka laporan lisan tentang sebuah kegiatan!
2. Sampaikan laporan tersebut secara lisan di depan kelas!
3. Berilah tanggapan atas laporan teman-temanmu!


Posted Juni 16, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with