Archive for the ‘MENULIS’ Tag

KISI-KISI UUB B.INDONESIA KELAS 8   Leave a comment

TIGA DEWI

 

KISI-KISI SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL KELAS VIII

SMP/MTs KOTA DENPASAR 2012/2013

 

MATERI

INDIKATOR SOAL

Laporan  
 

 

 

 

Wawancara dan Laporan

 

 



Denah, Memindai Isi Teks

 



Pilihan kata, Laporan petunjuk, Surat Dinas



Novel Remaja, Teks Drama

 


Naskah Drama, Novel

  1. sajikan kalimat yang menyatakan paragraph laporan, siswa dapat menentukan isi laporan
  2. Siswa dapat menentukan kata kalimat yang menyatakan hubungan kesertaan dalam wacana laporan
  3. Siswa dapat menentukan kata yang mengalami perluasan makna pada wacana laporan

4.  Disajikan ilustrasi, siswa dapat menentukan daftar pertanyaan yang sesuai untuk

mewawancarai narasumber

5. Disajikan teks wawancara, siswa dapat menentukan simpulan isi wawancara
6. Siswa dapat menentukan topic wawancara

7. Disajikan naskah dialog rumpang, siswa dapat menentukan kalimat untuk melengkapi

dialog      tsb

8. Disajikan beberapa paragraph, siswa dapat menentukan paragraph yang isinya laporan

perjalanan

9. Disajikan langkah2 menulis laporan secara acak, siswa dapat menentukan urutan yang

benar dalam menulis laporan
10  dan 11. Disajikan paragraph laporan, siswa dapat menentukan kalimat fakta dan opini

 

12. Disajikan paragraph laporan, siswa dapat menentukan simpulan

isi paragraph

 

13. Disajikan sebuah denah, siswa dapat menentukan deskripsi

yang tepat tentang isi denah

 

14. Disajikan gambar denah, siswa dapat menentukan pernyataan

yang sesuai dengan isi denah

 

15. Disajikan wacana, siswa dapat menentukan susunan kata

secara alfabetis kata2 yang bergaris bawah dalam wacana

 

16. Disajikan sejumlah kata, siswa dapat menentukan kata2 yang

susunannya benar secara alfabetis

 

17. Disajikan dua buah teks, siswa dapat menentukan

kemiripan/kesamaan  kedua teks tsb

 

18. Disajikan sebuah wacana satu paragraph, siswa dapat

menentukan penulisan kata2 kajian yang benar dalam wacana.

 

19. Disajikan kalimat2 petunjuk secara acak, siswa dapat

menentukan susunan kalimat yang benar untuk menulis

petunjuk menggunakan bedak jerawat

 

20. Disajikan susunan kalimat petunjuk melakukan sesuatu, siswa

dapat menentukan kalimat yang tepat dalam susunan petunjuk

tsb.

 

21. Disajikan susunan kerangka penulisan laporan secara acak,

siswa dapat menentukan urutan kerangka laporan yang benar

22. Disajikan ilustrasi gambar, siswa dapat menentukan judul

laporan sesuai dengan gambar.

 

23. Disajikan paragraph laporan yang salah satu kalimatnya

dirumpangkan, siswa dapat melengkapi bagian yang rumpang

dengan pilihan kalimat yang tepat.

 

24. Disajikan format surat resmi, siswa dapat menentukan kalimat

alamat surat yang tepat pada format surat  dinas

 

25. Siswa dapat menentukan penulisan tanggal surat yang benar

 

26. Siswa dapat menentukan penulisan salam pembuka yang

benar untuk surat resmi

 

27. Disajikan kalimat petunjuk secara acak, siswa dapat

menentukan susunan petunjuk cara membuat keripik pisang

 

28. Disajikan petunjuk cara menanggulangi banjir, siswa dapat

menentukan kalimat tanggapan yang baik untuk petunjuk tsb

 

29. Disajikan paragraph laporan, siswa dapat menentukan

penggunaan kata yang kurang tepat pada paragraph tsb

 

30. Disajikan paragraph laporan, siswa dapat menentukan kalimat

sumbang pada paragraph

 

31. Disajikan paragraph yang beberapat katanya dirumpangkan,

siswa dapat melengkapi bagian2 yang rumpang dengan pilihan

kata yang tepat

 

32. Disajikan petunjuk menyunting secara acak, siswa dapat

menentukan urutan menyunting

 

33.  Disajikan kutipan novel , siswa dapat menentukan hal yang

dapat dicontoh dalam kehidupan tokoh cerita

 

34.  Disajikan kutipan novel, siswa dapat menentukan hal yang

disukai pada diri tokoh cerita

 

35.  Disajikan kutipan novel, siswa dapat menentukan watak salah

satu tokoh cerita.

36.  Siswa dapat menentukan sudut pandang kutipan novel

37.  Disajikan kutipan novel, siswa dapat menentukan latar cerita

38.  Disajikan beberapa penulisan naskah drama, siswa dapat

menentukan penulisan naskah drama yang benar

39.  Disajikan kutipan naskah drama yang salah satu bagiannya

dirumpang dirumpangkan, siswa dapat melengkapi dengan

pilihan dialog yang sesuai.

 

40.  Disajikan kutipan naskah drama, siswa dapat menentukan

bagian yang merupakan monolog dalam naskah drama

 

41.  Disajikan kutipan novel remaja, siswa dapat menentukan

gagasan utama novel.

 

42.  Disajikan kutipan drama, siswa dapat menentukan karakter

salah satu tokoh drama

 

43. Siswa dapat menentukan latar cerita dalam naskah drama yang

Disajikan

 

44. Disajikan kutipan novel, siswa dapat menentukan amanat cerita

 

45. Disajikan naskah drama, siswa dapat menentukan lafal, mimik,

dan kinestik yang sesuai dengan tokoh drama.

 

46. Disajikan naskah drama, siswa dapat menentukan kostum yang

sesuai untuk salah satu tokoh drama

 

47. Siswa dapat menentukan unsur2 intrinsik naskah drama

 

48. Disajikan kutipan novel, siswa dapat menentukan peristiwa

yang menarik dalam novel

 

49. Disajikan kutipan novel, siswa dapat menentukan pesan moral

dalam novel

 

50. Disajikan kutipan novel, siswa dapat menentukan hikmah

kehidupan dalam novel

 

 

 

 Dikutip dari MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Denpasar

23 Oktober 2012 dengan perubahan format

 

Iklan

Posted November 15, 2012 by mtsmudenpasar in SKL BI

Tagged with , ,

BAB III: 3.Membaca Novel Remaja   Leave a comment

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat membuat sinopsis novel remaja Indonesia

MATERI: Sinopsis Novel

RINGKASAN

Sinopsis juga disebut ringkasan cerita. Sinopsis bertujuan untuk
mengetahui isi novel dalam bahasa yang singkat. Sinopsis membantu
pembaca untuk mengetahui gambaran keseluruhan isi novel. Langkahlangkah
untuk membuat sinopsis, antara lain adalah:
1. membaca novel itu terlebih dahulu secara keseluruhan,
2. mencatat unsur intrinsiknya: tema, nama tokoh, peristiwa penting, dan
3. menulis ringkasan berdasarkan alur dengan bahasa yang efektif.
Berikut contoh kutipan novel beserta sinopsisnya.

TIDUR DI BULAN

Kutipan novel : Pergi ke Bulan
Karya : Darwin
Penerbit : Pinneaple, 2000

 
Apa yang dilakukan Prodo benar-benar membuat Pragina kesal.
Perempuan itu berpikir bahwa Prodo, suaminya, telah berbuat tidak adil
kepadanya.
“Mas, aku tidak bisa menerima perlakuan seperti ini,” ungkap Pragina.
“Mengapa? Tugasmu di rumah. Mengurus rumah dan anak-anak. Titik!”
Pragina menarik napas dalam-dalam.
“Sementara kau terus bepergian, Mas?” Tanya Pragina lemah.
“Ya”
“Berminggu-minggu?”
“Ya”
“Lukas dan Toni selalu menanyakanmu.”

“Itu tugasmu sebagai ibu untuk memahamkan mereka bahwa ayah
mereka harus pergi mencari nafkah!”
“Baiklah.” Pragina menyerah dan putus asa.
***
Prodo mengangkat kopernya dan melangkah menuju mobil. Mendadak
ia merasakan sesuatu yang aneh menyelimutinya. Ketika ia menoleh,
sepasang mata mungil Tony mengamatinya dengan berkaca-kaca.
“Ayah mau kerja?” tanya Tony. Prodo mengangguk.
“Lalu, mengapa harus membuat Ibu menangis?” lanjut Tony. Prodo terkejut
mendapat pertanyaan macam itu. Pikirnya, ”Pragina benar-benar tidak mampu
merawat anaknya dengan pikiran-pikiran yang baik.”
“Kalau Ayah mau pergi kerja, pergi saja, tapi jangan bikin ibu nangis. Tony
berjanji tidak akan minta oleh-oleh lagi dari Ayah, tidak akan menganggu Ayah
pulang kerja, tidak akan merengek-rengek pada ibu agar Ayah cepat pulang,
tidak akan nakal lagi agar Ayah tidak marah, tapi Ayah jangan marahi ibu lagi.
Tony sedih kalau lihat ibu menangis.”
Kata-kata Tony tersebut, benar-benar membuat Prodo tercekat. Ia
meletakkan kopernya dan memeluk tubuh Tony erat-erat.
Dari kutipan novel di atas dapat dibuat ringkasan sebagai berikut:
Prodo tidak mau mendengarkan keluh kesah Pragina, istrinya, mengenai
kebiasaannya pergi berminggu-minggu dengan alasan kerja. Ketika hendak
pergi lagi, Tony anaknya berkata bahwa ia tidak akan mengharap kedatangan
ayahnya lagi asalkan ayahnya tidak membuat ibunya menangis. Prodo tercekat
dan tersadar bahwa keluarganya membutuhkan kehadirannya.

Latihan 3.4

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Sumber kutipan novel di atas diambil dari mana?
2. Siapa tokoh-tokoh dalam kutipan novel di atas?
3. Mengapa Pragina memprotes tindakan Prodo?
4. Mengapa Tony bersedih?
5. Nilai apa yang terdapat dalam kutipan novel di atas?
6. Tunjukkan pesan yang terdapat dalam kutipan novel di atas?
7. Apa pesan yang tersirat dari kutipan novel di atas?
8. Apa yang dimaksud dengan ringkasan cerita?
9. Mengapa ringkasan cerita harus menggunakan bahasa yang efektif?
10. Mengapa urutan alur harus jelas dalam meringkas?

TUGAS MANDIRI

1. Bacalah sebuah novel remaja!
2. Buatlah ringkasan ceritanya!
3. Tulislah pesan yang tersurat dan tersirat dari novel yang kamu baca! Sertailah pesan
itu dengan bukti dan alasan!
4. Diskusikan hasil karya kamu dengan teman satu kelompok!

Posted Juni 26, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB III: 2. Menulis Laporan   Leave a comment

TELITI TEKUN PERCAYA DIRI

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat menulis laporan dengan bahasa yang baik dan benar

MATERI: Laporan

RINGKASAN

Setelah mahir menanggapi laporan, kamu akan belajar menulis laporan. Untuk keperluan
penulisan laporan, kamu harus melalui beberapa tahap.
1. Melakukan Kegiatan Observasi
Hal-hal yang harus dilakukan ketika obsrevasi adalah
a. Mencatat data yang diperlukan dan menyesuaikannya dengan tujuan/fungsi laporan,
b. melakukan survei tempat dan melanjutkan observasi,
c. menemui narasumber untuk wawancara sebagai bukti penguat dan referensi, dan
d. Mencatat hasil observasi.
2. Menulis Kerangka Laporan
Setelah observasi, susunlah laporannya. Kamu harus mengikuti kaidah yang berlaku dengan
sistematika yang baik dan mudah dipahami. Untukitu, kamu harus membuat kerangka laporan
terlebih dahulu.

Perhatikan contoh kerangka laporan berikut ini!

LAPORAN HASIL OBSERVASI
Upaya menjadikan kendaraan bersahabat dengan alam
I. Pendahuluan
II. Hasil Observasi
A. Mulai tumbuh kesadaran untuk menjaga lingkungan dan menekan pencemaran udara
B. Faktor-faktor pencemaran udara
C. Pengaruh pencemaran udara
D. Usaha menekan pencemaran udara
III. Kesimpulan dan Saran
3. Mengembangkan Kerangka Laporan dalam Beberapa Paragraf  dengan menggunakan Bahasa Baku

Tulislah paragraf isi laporan berdasarkan kerangka tersebut. Untuk
menulis laporan, bahasa yang digunakan adalah bahasa baku karena laporan
merupakan karya ilmiah.

JADIKAN MENULIS BUDAYA SETELAH MEMBACA

Latihan 3.3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Apa yang dimaksud dengan laporan tertulis?
2. Sebutkan contoh laporan?
3. Sebutkan langkah-langkah penulisan laporan yang baik!
4. Mengapa sebelum menulis laporan kita harus lakukan observasi?
5. Ragam bahasa apa yang digunakan dalam menulis laporan?
6. Apa fungsi kerangka laporan?
7. Bagaimana cara menulis laporan berdasarkan kerangka laporan?

 

JADIKAN KERJA SAMA WUJUDKAN IMPIAN JADI PENULIS

TUGAS KELOMPOK

Buatlah kelompok kecil yang terdiri atas 3 orang siswa. Kemudian, lakukan tugas-tugas berikut ini.
1. Lakukan sebuah kegiatan pengamatan ke suatu lokasi (bandara, museum, laboratorium, dll)
2. Catatlah data hasil pengamatan dan wawancara!
3. Buatlah kerangka laporan!
4. Kembangkan kerangka laporan menjadi laporan lengkap!

 

Posted Juni 26, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB II: 4. Mengapresiasikan Pentas Drama   Leave a comment

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat menanggapi unsur pementasan drama

MATERI: Drama

RINGKASAN

Pementasan drama merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan.
Dalam pentas, aktor bermain peran dan menunjukkan kebolehannya. Aktor
memerankan tokoh cerita dengan karakter tertentu. Setiap tokoh cerita
mempunyai peranan dan watak yang berbeda.
Dalam memberikan apresiasi terhadap pementasan drama, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Aktor
Seorang aktor dituntut untuk mampu memerankan tokoh cerita.
Keahlian aktor dapat menghadirkan sosok tokoh yang diperankan seperti
nyata, baik tingkah laku, dialog, maupun jiwanya. Selain bermain secara
individu, aktor juga diharuskan dapat bermain secara kelompok. Artinya,
di atas panggung seorang pemain tidak bermain sendiri, ada tokoh cerita
lain yang harus bekerja sama dalam menghadirkan permainan yang baik.
Kekompakan antarpemain sangat menentukan keberhasilan sebuah
pementasan.

2. Latar
Dalam pementasan drama, yang dimaksud latar atau setting adalah
tempat yang dipakai untuk pementasan. Latar dalam pementasan drama
juga berfungsi untuk memberi gambaran tentang cerita, yakni tempat,
waktu, dan suasana sebuah peristiwa dalam cerita. Selain memberikan
gambaran tempat, latar juga mempunyai fungsi sebagai arena permainan,
waktu, suasana, dan kesan artistik. Sebaiknya, pembuatan panggung
disajikan secara proporsional.

3. Kostum
Kostum atau busana pentas merupakan pakaian penunjang karakter
pemain dalam menghadirkan sosok tokoh cerita. Selain itu, kostum juga
dapat menggambarkan sebuah kurun waktu kejadian drama dan artistik
pementasan.

 

4. Tata rias (make up)
Tata rias adalah riasan wajah pemain yang bertujuan untuk membantu
pemain menghadirkan karakter tokoh cerita.

 

5. Musik
Musik berfungsi untuk membangun suasana tertentu, seperti tuntutan
peristiwa drama. Musik yang kurang baik dan kurang tepat dapat merusak
suasana drama.

6. Menanggapi Hasil Pementasan
Apa yang harus ditanggapi dari hasil pementasan? Hal-hal yang
ditanggapi penonton dari sebuah pementasan, antara lain akting, aktor,
penokohan, kostum, tata rias (make-up), musik, latar, dan penataan
panggung. Pertanyaan berikut, dapat digunakan sebagai penolong untuk
membuat tanggapan atas pementasan drama.
a. Bagaimana permainan aktornya?
b. Bagaimana pemeranan tokohnya?
c. Bagaimana kostum dan tata riasnya?
d. Bagaimana ilustrasi musiknya?
e. Bagaimana penataan panggungnya?

 

 

Latihan 2.4

Saksikan sebuah pementasan drama (langsung/rekaman)!

1. Hal apa saja yang diapresiasi dalam pementasan drama?
2. Apa tugas pemain di atas panggung?
3. Bagaimana penataan panggung yang baik?
4. Apa fungsi kostum?
5. Apa fungsi tata rias?
6. Apa fungsi lampu?
7. Apa fungsi musik dalam pementasan drama?
8. Apa yang dimaksud dengan akting?

 

TUGAS MANDIRI

 

1. Tontonlah sebuah pementasan drama!
2. Buatlah tanggapan terhadap pementasan drama tersebut tentang
a. penokohan,
b. permainan aktor,
c. kostum,
d. tata rias,
e. lampu,
f. tata panggung,dan
g. musik.
3. Sajikan tanggapanmu dalam bentuk laporan tertulis!

Posted Juni 26, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB II: 3. Menulis Petunjuk   Leave a comment

Petunjuk pakai pasta gigi

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat menulis petunjuk sesuatu dengan urutan yang tepat

MATERI: Petunjuk melakukan sesuatu

RINGKASAN

Pernahkah kalian membuka kemasan sebuah produk obat? Di kemasan
itu, kalian akan membaca kegunaan obat, komposisi obat, larangan, dan
petunjuk pemakaian. Hal-hal yang berkaitan dengan petunjuk produk juga
terdapat pada kemasan yang lain.
Penulisan petunjuk bertujuan agar konsumen tidak mengalami kesulitan
atau keliru dalam menggunakan sebuah produk. Oleh karena itu, petunjuk
penggunaan atau petunjuk yang lain harus ditulis dengan bahasa yang
efektif dan jelas.
Perhatikan contoh petunjuk berikut!
Petunjuk menggunakan pasta gigi.
– Penggunaan untuk dewasa
–  Untuk hasil terbaik, gunakan pasta sepanjang bulu sikat.
– Penggunaan untuk anak-anak di bawah 6 tahun
–  Gunakan pasta sebesar biji jagung. Sebaiknya, pasta gigi dengan pengawasan
orang dewasa.
– Sikatlah gigi minimal dua kali seharí!

 

tepat hemat dalam pemakaian

 
Penggunaan pasta gigi membantu mencegah masalah gigi dan mulut:
1. Perlindungan terhadap gigi berlubang,
2. Melawan kuman ketika menyikat gigi,
3. Gigi tetap sehat,
4. Mengurangi pembentukan plak,
5. Membantu memperkuat email gigi,
6. Gusi tetap sehat,
7. Mencegah kerusakan gigi, dan
8. Napas tetap segar.

 

Latihan 2.3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

CINTAILAH PRODUK DALAM NEGERI

 

1. Apa manfaat/fungsi petunjuk penggunaan?
2. Bagaimana ukuran penggunaan pasta gigi untuk anak-anak di bawah 6 tahun?
3. Apa manfaat penggunaan pasta gigi?
4. Urutkan petunjuk pemakaian jamu berikut!
a. Pisahkan/saring ampas dengan air!
b. Sisakan hingga satu gelas!
c. Rebus jamu dengan tiga gelas air mendidih!
d. Dinginkan!
e. Minumlah setiap pagi dan sore!

Posted Juni 26, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 8

Tagged with

BAB IV: 4. Meresensi Buku Pengetahuan   Leave a comment

Buku Jendela Ilmu

KOMPETENSI DASAR: Siswa dapat

* menulis data buku yang dibaca,
• menulis ikhtisar isi buku,
• mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,
• menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan
• memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.

MATERI : Resensi Buku

RINGKASAN

Membaca adalah kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat.
Dengan membaca, kamu akan memperoleh banyak informasi sehingga
akan menambah pengetahuan. Informasi tentang buku baru sering dimuat
di surat kabar atau majalah yang berupa artikel resensi. Tahukan kamu apa
yang dimaksud resensi? Resensi adalah menilai atau menimbang kelebihan
dan kekurangan buku.

Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut.
1. Data buku atau identitas buku
a. Judul buku
Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan
lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.
b. Penulis atau pengarang
Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus
menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.
c. Nama penerbit
d. Cetakan dan tahun terbit
e. Tebal buku dan jumlah halaman
2. Judul Resensi
Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks
buku itu.

3. Ikhtisar Isi Buku
Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang
hendak diresensi.
Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman.
Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak
mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan
harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi
buku adalah sebagai berikut.
a. Membaca naskah/buku asli
Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk
mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang
pengarang.
b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab
c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap
penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan
yang padu.
4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan
kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.
5. Kesimpulan
Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku
yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan
nama kamu selaku peresensi.

 
Perhatikan contoh resensi berikut!
Judul : Pesona Barat: Analisa Kritis-Historis tentang Kesadaran Warna
Kulit di Indonesia
Penulis : Vissia Ita Yulianto
Penerbit: Jalasutra, Yogyakarta
Cetakan : 1, 2007
Tebal : xvii+170 halaman

KETERPESONAAN “TIMUR” TERHADAP “BARAT

Definisi “cantik” kini sudah mengalami pergeseran makna. Idealisme kecantikan yang terdapat
dalam kakawin-literatur pada zaman budaya Jawa, belum mempunyai hubungan atau kontak dengan
budaya Barat menunjukkan kecantikan diasosiasikan dengan alam, seperti bunga, gunung, laut,
dan padanan lainnya.

Di era 1980-an, perempuan Indonesia tersihir dengan kosmetik lokal yang menjanjikan kulit
kuning langsat bak putri keraton. Kini, cantik dinarasikan dengan warna kulit yang putih, badan
tinggi semampai, dan wajah Indo. Hal ini terepresentasi dengan munculnya berbagai iklan yang
menawarkan produk pemutih kulit dan wajah.

Bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia, memiliki kulit putih bukan semata-mata
karena warna kulitnya saja, tetapi juga semua simbol yang melekat padanya: prestise, percaya
diri, superioritas, dan dipandang sebagai satu representasi “Barat”.

Buku ini menyajikan sebuah konteks bagaimana kolonialisme Belanda, refeodalisme rezim
Orde Baru, dan kapitalisme global menjadi sebuah sinergi dalam membentuk kesadaran tentang
dan perilaku terhadap warna kulit di Indonesia kontemporer.

Di bawah kolonialisme Belanda, politik diskriminasi dan pemaksaan budaya mengakibatkan
berakarnya mentalitas inlander (konsep rendah diri) dalam masyarakat pribumi. Menganggap
“Barat” sebagai bangsa yang lebih unggul, merasa rendah diri di hadapan mereka, serta masih
adanya mental inlander inilah yang dimaksud penulis sebagai keterpesonaan bangsa “Timur” yang
“terjajah” terhadap “Barat”. (DEW/Litbang Kompas)
Sumber: Kompas, 26 Agustus 2007

Latihan 4.6

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa judul buku yang diresensi di atas?
2. Siapa pengarang buku yang diresensi di atas?
3. Sebutkan kelebihan buku yang diresensi di atas!
4. Sebutkan pula kelemahan buku yang diresensi di atas!
5. Jelaskan kesimpulan yang terdapat dalam resensi di atas!

Posted Juni 23, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with

Menulis Kembali Isi Cerpen   Leave a comment

hidup peristiwa, perlu ditulis

 

KOMPETENSI DASAR: Siswa  mampu menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca.

MATERI: CERPEN

RINGKASAN

Pada pembelajaran ini, kamu akan belajar menuliskan kembali isi
cerpen yang pernah kamu baca. Hal itu merupakan salah satu cara untuk
mengetahui tingkat pemahaman terhadap sesuatu yang pernah kamu baca.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis kembali cerpen adalah
1. menentukan tema;
2. menampilkan tokoh;
3. menentukan latar baik tempat, waktu, atau suasana;
4. menentukan alur cerita.

Bacalah cerpen berikut!

KERBAU PAK BEJO
Karya: Riannawati
“Perumahan ini akan indah jika tidak ada kotoran kerbau!” Begitulah kira-kira yang diinginkan
oleh seluruh warga Griya Baru Permai. Bayangkan, di zaman modern begini masih ada kotoran
kerbau di jalan?
Mobil dan motor cling yang keluar dari rumah-rumah mewah di sana setiap pagi mau tak mau
melindas sesuatu yang menjijikkan berwarna hijau kekuningan itu. Belum lagi baunya yang
menyengat. “Pak Bejo itu apa nggak punya perasaan!” umpat seorang wanita yang berdandan
menor.
Laki-laki di sampingnya yang sedang mengemudi ikut memasang tampang cemberut. Begitu,
juga pengendara motor yang meliuk-liuk menghindari kotoran kerbau itu.
“Kerbau sialan!”
Dan, berbagai keluhan lainnya. Selama ini kejengkelan itu mereka pendam. Warga sepakat
untuk berkumpul di rumah Pak RT. Unek-unek mereka ditumpahkan di sana.
“Dulu saat perumahan itu dibangun, posisi rumah Pak Bejo memang sudah ada di sana.
Setiap kali hendak ke sawah untuk membajak, ya, jalan ini yang dilewati Pak Bejo,” ujar Pak RT
menjelaskan.
“Jadi, kalau sekarang jalan sini sudah halus dan banyak perumahan bagus berdiri bukan salah
Pak Bejo. Ya, memang jalannya lewat depan rumah Bapak-Ibu semua!”
“Betul Pak RT, tapi kan harusnya Pak Bejo mengerti, kalau lingkungannya sekarang bukan
seperti dulu lagi. Tetangganya pun jauh berbeda,” ucap Pak Herman, seorang manajer perusahaan
tekstil di kota itu.
“lya, Pak RT. Masak tiap pagi kita ditambahi sarapan yang lain. Melihatnya saja saya mual,”
kali ini suara Ibu Arini, wanita karier yang memiliki beberapa butik.
“Merusak kebersihan perumahan!”
“Membawa virus penyakit!”
“Polusi udara!”
Segala protes dilayangkan warga kepada Pak RT agar Pak RT langsung bilang pada Pak
Bejo, warga tentu saja tak berani. Pak Bejo adalah sesepuh di wilayah itu. Suaranya selalu terdengar
dari musala samping rumahnya ketika waktu salat tiba.
“Saya ingin membeli kerbau Pak Bejo. Sepertinya kok kerbau itu membawa rezeki, ya,” Pak
Hardian meminta langsung pada Pak Bejo yang nampak terkejut.
“Sampeyan itu pegawai kantor ngapain mau beli kerbau?” Pak Bejo terkekeh-kekeh. Giginya
yang tak lagi lengkap kelihatan. “Memangnya sampeyan punya sawah untuk dibajak?”
“Nggg…ti tidak…tapi…” Pak Hardian gugup. “Saya ingin memberikan kerbau itu untuk keponakan
saya yang ada di kampung,” jawabnya lega karena menemukan alasan yang tepat.
“Walah… Pak, sampeyan ini kok lucu, di kampung kan lebih banyak kerbau yang dapat dibeli,
lebih murah dan lebih dekat. La… kalau kerbau saya harus diangkut-angkut, nambahi ongkos!”
lagi-lagi Pak Bejo tertawa.
Pak Hardian tak menyerah, “Tapi saya ingin kerbau Pak Bejo, sepertinya membawa untung
begitu!” ujarnya sambil tersenyum ramah.
“Membawa untung apa? Sampeyan itu syirik Io kalau bilang begitu! Kerbau, ya, kerbau, yang
ngasih untung itu Gusti Allah. Kalau saya untung, ya,karena saya memakai kerbau itu untuk
membajak sawah,” jawab Pak Bejo, tegas.

“Maaf, Pak Hardian. Saya tidak menjual kerbau saya!”
“Sawah? Sawah yang mana?” tanya Pak Bejo kepada Pak Romli, yang datang ke rumahnya
hendak membeli sawahnya.
“Yang di selatan jalan, Pak, yang sering Bapak bajak itu!”
“La nanti kalau sawah itu saya jual, saya kerja apa?” Pak Bejo malah balik bertanya. Pak
Romli garuk-garuk kepala. Setelah Pak Hardian gagal dengan rencana pertama, gilirannya
menjalankan rencana kedua. Kalau Pak Bejo tidak punya sawah untuk dibajak, kemungkinan besar
kerbaunya akan dijual juga. Itu berarti keinginan warga akan segera terpenuhi.
“Hasil penjualan sawah nanti kan dapat untuk modal usaha, Pak. Saya janji akan membelinya
dengan harga tinggi!” rayu Pak Romli.
Pak Bejo termangu.
“Saya tidak akan menjual sawah saya!” bentak Pak Bejo seperti kehilangan kesabarannya.
Warga kembali berkumpul di rumah Pak RT. “Bagaimana Pak, kita sudah mencoba semua
rencana yang kita susun. Tetapi, tetap saja Pak Bejo nggak mau menjual kerbaunya,” suara Pak
Hardian.
“lya, malah kita kena malu karena Pak Bejo akhirnya marah,” Pak Hasan menimpali.
Semuanya terdiam sesaat.
“Apa nggak sebaiknya kita ngomong baik-baik dengan Pak Bejo?” Pak RT kembali membuka
pembicaraan. Yang duduk di sekelilingnya saling pandang.
“Kita sampaikan kalau kotoran kerbaunya benar-benar mengganggu warga.”
“Assalamu’alaikum!” tiba-tiba terdengar salam dari pintu luar. Sosoknya yang telah sepuh dengan
kulit legamnya karena terbakar terik matahari tersenyum ramah kepada semua yang di dalam
rumah.
Orang yang mereka bicarakan tiba-tiba datang. Tak ada yang tahu Pak Bejo sejak tadi
mendengarkan pembicaraan mereka. Persis yang telah diduga Pak Bejo sebelumnya.
“Maaf Bapak-bapak, saya mengganggu,” kata Pak Bejo, lembut. Tak ada nada kemarahan
dalam raut wajahnya yang penuh guratan karena dimakan usia. Pak Bejo hanya ingin menjelaskan
semuanya.
“Saya tahu maksud panjenengan semua itu baik,” lanjutnya. “Tapi izinkan saya menjelaskan,”
Pak Bejo menatap satu-satu wajah tetangganya.
“Saya ini orang desa, yang tidak bisa bekerja apa-apa selain di sawah dan memelihara kerbau.
Saya minta maaf, kalau selama ini membuat resah warga sini,” Pak Bejo tertunduk.
Semua tak ada yang bersuara.
“Saya tahu kotoran kerbau saya mengganggu panjenengan semua, tapi kalau kerbau itu saya
jual, berarti saya nggak punya pekerjaan. Lalu saya mau makan apa?” suaranya melemah.
“Setiap pagi saya ke sawah membajak satu-satunya jalan, ya, lewat depan rumah Bapakbapak
semua. Kalau tiba-tiba di situ kerbau saya e-ek, saya juga nggak dapat ngelarang dia”
Hening sesaat.
Semua larut dalam rasa serba tak enak. Perasaan bersalah perlahan-lahan merayapi hati.
Kerbau dan pekerjaan Pak Bejo adalah penghidupannya. Kalau kemudian gara-gara pekerjaan itu
warga tak berkenan, apakah kemudian begitu saja dia melepaskan sumber penghidupannya?
“Maafkan saya…tapi tolong beri saya solusi,” ujar Pak Bejo terpatah-patah. Sudut matanya
berair. Pekerjaan baginya adalah harga diri. Kerbau itulah harga dirinya. Harga dirinya sebagai
laki-laki.
Sumber: Solo Pos, 31 Agustus 2007

Latihan 3.4

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa tema cerpen di atas?
2. Siapa tokoh cerpen di atas?
3. Jelaskan latar tempat, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut!
4. Bagaimana alur cerpen di atas?
5. Sebutkan peristiwa penting dalam cerpen di atas!

 

apa gunanya baca kalo tidak bisa menulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Latihan 3.5

Tuliskan kembali isi cerpen tersebut dengan bahasamu sendiri!

Posted Juni 22, 2012 by mtsmudenpasar in MATERI KELAS 9

Tagged with